Masalah 18 Dzikir-dzikir Tarekat tijaniyah
Pada hal 123 tertulis, diseputar dzikir…Adapun beberapa wirid Syaikh Ahmad Al Tijani r.a yang ditalkinkan (diajarkan) kepada semua makhluk adalah; Astaghfirullah 100 kali, shalawat kepada Rasulullah Saw dengan bentuk lafal apapun 100 kali dan tahlil 100 kali, (saya penulis: hal semacam ini juga ditulis oleh Pak Kyai ini pada hal 45, Lafal zikir lazimah [1]adalah sebagai berikut Istighfar 100x, Sholawat {boleh dengan lafal apapun, yang paling utama sholawat fatih} 100x sebagai berikut: Lafal Sholawat Fatih dan kemudian diteruskan bacaan lailahaaillallu) ………….
Tanggapan: Pak Kyai menuliskan dalil-dalil tentang dzikir tarekat tijaniyah sebagai berikut:
- Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.(Hud : 3)
- Sabda Nabi Saw: “Hai Manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sungguh aku telah bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali. (HR Imam Muslim, Abu Daud, dan ahmad dari sahabat Ibnu Umar)
- Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al ahzab : 56)
- Nabi Saw bersabda:”Siapa yang membaca sholawat kepadaku di waktu pagi dan sore 10 kali, maka ia akan medapatkan syafa’atku. (HR Thabrani dengan sanad baik dari Ibnu Abi Ashim dan Abu Darda)
- Sabda Nabi saw: Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan Lailahaillallahu pada suatu waktu di malam atau siang hari kecuali akan di hapuskan keburuk-keburukannya dari shahifah. Sehigga keburukan-keburukannya itu diganti dengan kebaikan.” (HR Abu Ya’la).
- Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa rasulullah saw, bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT memiliki tiang dari cahaya di depan ‘Arys. Jika seseorang hamba mengucapkan Lailaahaillallahu maka tiang itu bergetar. Allah berfirman: Tenanglah, tiang itu berkata, bagaimana aku dapat tenang, sedang orang yang mengucapkannya belum di ampuni. “Maka Allah berfirman:”Sesungguhnya Aku telah mengampuninya.” Maka tiang itu tenang seketika. (HR Al Bazaar)
- Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa rasulullah saw, bersabda: ” Perbaharuilah iman kalian, para sahabat bertanya, bagaimana kami memperharui iman kami, ya Rasulullah?, Nabi saw bersabda,”Perbanyaklah ucapan laillahaillallahu.” (HR Imam Ahmad, Hakim, Nasai’I, thabrani, Bukhari dalam adabul Mufrad dan juga dalam jami’us shagir dengan sanad baik)
Pembahasan:
Mengenai dzikir Istighfar 100X, memang hal tersebur di lakukan dengan bilangan 100X dan hadist yang dituliskan oleh Pak Kyai adalah benar dan sahih.
Mengenai dzikir Sholawat 100X, Muhammad Rasullulah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan bersholawat hingga 100X, dan bilangan ini merupakan sesuatu perkara baru dan merupakan bid’ah yang nyata. Adapun Pak Kyai menulis sendiri “Nabi Saw bersabda:”Siapa yang membaca sholawat kepadaku di waktu pagi dan sore 10 kali, maka ia akan medapatkan syafa’atku. (HR Thabrani dengan sanad baik dari Ibnu Abi Ashim dan Abu Darda). Di hadist ini Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam hanya memerintahkan 10X tidak 100X. Dan mengenai Firman Allah SWT Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al ahzab : 56)”, tidaklah menyebutkan jumlah bilangan sebanyak 100X seperti yang di talkinkan oleh Syaikh Ahmad Tijani ini. Bilangan hitungan inilah yang di katakan bid’ah.
Mengenai tahlil 100X, yang di permasalahkan adalah bilangan hitungannya bukan bacaan tahlilnya. Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Perbanyaklah ucapan laillahaillallahu”, disini jelas Nabi tidak menyebutkan berapa yang harus di baca tapi dengan kata-kata “Perbanyaklah ucapan laillahaillallahu“. Tetapi mengapa Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani ini mengajarkan kepada pengikutnya untuk membaca “Lailaahaillallhu” sebanyak 100X, bukankah hal ini sesuatu yang bid’ah atau mengada-ada.
Adapun bacaan yang sahih mengenai ucapan “Lailaahaillallhu” ini adalah sebagai berikut
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Barang siapa yang membaca: Lailahaillallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala qulli syai in qodir, dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba. Dia juga diampunkan dari seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari syaitan pada hari tersebut hingga ke petang. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik daripadanya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak daripadanya. Manakala mereka membaca: “Subhanallah wabihamdih” dalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan, (HR Bukhori Kitab permulaan kejadian No. 3050 dan pada Kitab Do’a No. 5926, Muslim Kitab Dzikir, do’a taubat dan istighfar, Tirmidzi Kitab Do’a No. 4857, Ibnu Majah Kitab Etika Hadis No. 3788)
Jadi hadist ini adalah sahih dan jelas bahwa Rasulullah memerintahkan membaca Lailahaillallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala qulli syai in qodir 100X.
Sedangkan Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani hanya mengajarkan membaca “Lailahaillallah” saja (100X).
Maka perintah manakah yang akan di ambil? Tidakah kamu berakal?
Kesimpulan:
Yang penulis permasalahkan adalah bilangan dalam membaca dzikir (shalwat dan tahlil), sedangkan bilangan bacaan sholawat fatih tidak di ketemukan dalam sunnah/kitab-kitab hadist yang terkenal dan hal ini adalah bid’ah yang nyata.
Footnote:
[1] Zikir lazimah adalah zikir wajib tarekat tijaniyah yang di baca dua kali dalam sehari semalam. Zikir ini di talkinkan pada seluruh makhluk Allah SWT. Zikir lazimah diterima langsung Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Tijani langsung dari Rasulullah Saw. (lih hal 43)
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
9 Komentar
Maaf, form komentar ditutup saat ini.




terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
Komentar oleh faisol | Agustus 29, 2008
MULTIMEDIA ISLAM.. AUDIO, GAMBAR, ANIMASI, WALPAPPER ISLAMI. JIKA ANDA MENGINGINKAN KETENANGAN, KEDAMAIAN DAN KELELUASAAN DALAM HIDUP. PERBANYAK DIRI DENGAN BACAAN DZIKIR. TAHLIL DAN SHOLAWAT ADALAH PILIHANNYA. DOWNLOAD (FREE) TAHLIL DAN SHOLAWAT. NIKMATI DAN SEBARKAN.. http://tahlil-sholawat.co.cc
Komentar oleh FUAD | September 24, 2008
Yang ngributin sholawatan dan tahlilan biasanya belum pernah tau/dengar TAHLILAN dan SHOLAWATAN.. Makanya download TAHLILAN, SHOLAWATAN, BARZANJI, DIBA’I di http://www.tahlil-sholawat.co.cc (FREE) dan dengarkan.. pasti komentarnya berbeda..
Komentar oleh FUAD | September 24, 2008
kalau orang belum merasakan manis nya buah apel pasti orang itu bilang jangan dimakan buah apel itu pahit
Jadi orang jangan su,ujon buruk sangka…
husnuzon donk baik sangka
Kutinggal kan dua perkara untukmu Alquran dan Hadist itulah peganganmu
selama orang itu baca syahadat sholat dzakat puasa dan ibadah haji itu adalah saudara kita…
perbaiki diri kita dulu contoh dengan perbuatan ahlaqul karimah lalu keluarga kita,lalu tetangga kita
apakah menurut anda..amal anda sudah yakin diterima allah
Komentar oleh tonibo | November 24, 2008
Assalamu’alaikum ustad.
saya kebetulan iseng browsing masalah istighfar, dan saya menemukan kajian yang menarik disini!
ada pembahasan tentang substansi salah satu thariqat.
ustad mengatakan membaca istighfar 100 x bid’ah, tapi saya membaca di (http://mediafathulkhoir.blogspot.com/2007/07/keutamaan-istighfar.html) dan (Keajaiban Istighfar [hc]
Diterbitkan oleh Hikmah, hal : 7, http://books.google.co.id/books?id=6sBzhLvVP7EC) disana diterangkan hadis tentang adanya membaca istighfar 100 X.
jadi gimana menurut ustad??
wa’alaikum salam!
Komentar oleh nurdin | Mei 8, 2009
Komentar oleh A Dani Permana | Mei 8, 2009
Assalamu’alaikum lagi Ustad.
maaf saya jadi lebih menarik, setelah saya kaji lebih dalam tentang pembahasan ustad, ternyata dalam pembahasan, ustad tidak mem-bid’ahkan bilangn istighfar, tapi ustad membid’ahkan bilangan shalawat dan tahlil. tapi dalam kesimpulan {{Yang penulis permasalahkan adalah bilangan dalam membaca dzikir (istighfar dan tahlil), sedangkan bilangan bacaan sholawat fatih tidak di ketemukan dalam sunnah/kitab-kitab hadist yang terkenal dan hal ini adalah bid’ah yang nyata}}.
jadi saya kira pembahasan agak beda dengan kesimpulan!!
itu setelah saya baca berulang kali.
cuma yang jadi pertanyaan menarik saya, apakah ustad sudah mendalami ajaran thariqat sehingga berani membid’ahkan??
soalnya sepengetahuan saya thariqat di indonesia banyak sekali, dan semuanya mempunyai aturan bilangan istighfar,shalawat dan tahlil tersendiri.
Komentar oleh nurdin | Mei 8, 2009
Komentar oleh A Dani Permana | Mei 9, 2009
bisa di lihat juga di http://arbiakbar.blogspot.com/
Komentar oleh Alit | Mei 15, 2009