Al Hikmah

Masalah 19 Jaminan Khusnul khatimah dan masuk surga

Pada hal 145 tertulis,  jaminan Khusnul khatimah dan masuk surga yang ada dalam tarekat Tijaniyah merupakan janji yang pasti, dengan adanya beberapa syarat yang harus di penuhi, yaitu melakukan wirid/zikir dan mengikuti tarbiyah tarekat seperti islam, iman, ihsan, takwa, amal saleh, istiqamah sabar, jihad, berbaik sangka kepada Allah, rendah hati di hadapnnya, menghindari maksiat dan tidak merasa aman dari siksa-Nya.

Tanggapan: Janji pasti, benarkah? bagaimanakah dengan kaum muslimin di luar tarekat Tijaniyah ini?

Dalam pembahasan mengenai hal ini pak Kyai menulis beberapa ayat dalam Al Quran, diantaranya:

  1. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah : 82)
  2. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Al A’raf : 43)
  3. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(At Taubah : 111)
  4. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (Al Ahqaf : 16)
  5. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (An Nahl : 32)
  6. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya. (Hud : 23)
  7. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fush Shilaat : 30)
  8. (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (Muhammad : 15)

Kita dapat melihat dalam ayat-ayat tersebut tidak ada sehuruf-pun ayat yang menyatakan tentang jaminan Khusnul khatimah dan masuk surga kepada tarekat Tijaniyah terlebih lagi merupakan janji yang pasti“. Ayat tersebut menyatakan kepada kaum muslimin secara umum yang beramal shaleh bukan terkhusus kepada pengikut Tarekat Tijaniyah saja.

Akan tetapi anehnya Pak Kyai sendiri menulis pada hal 148, Jaminan surga ini tidaklah bertentangan dengan nash, baik Al Quran ataupun sunnah, karena Allah telah menjamin masuk surga kepada semua orang mukmin yang beramal shaleh.

Jika Pak Kyai sadar bahwa semua orang mu’min yang beramal shaleh telah dijamin masuk surga, tapi mengapa Pak Kyai menyebutkan secara pasti menjamin Khusnur khatimah dan masuk surga yang ada dalam tarekat Tijaniyah terlebih lagi merupakan janji yang pasti”? bukankah itu bersifat keberpihakan saja terhadap golongan Pak Kyai sendiri dan menjadikan ayat-ayat Allah tersebut untuk pengakuan bahwa pengikut tijaniyah ini akan masuk surga.

Adapun persyaratan yang Pak Kyai tulis untuk khusnul khatimah dan masuk surga ini seperti islam, iman, ihsan, takwa, amal saleh, istiqamah, sabar, jihad, berbaik sangka kepada Allah, rendah hati di hadapannya, menghindari maksiat dan tidak merasa aman dari siksa-Nya, adalah sebuah persyaratan juga bagi kaum muslimin secara umum tanpa harus mengikuti TAREKAT TIJANIYAH INI?

Bukankah Allah dan Rasul-Nya sudah menjelaskan mengenai hal ini, mengapa harus mengikuti TAREKAT TIJANIYAH INI?

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa sallam bersbada, dari Abu Hurairah r.a: Seorang lelaki kampung (Arab Badui) telah datang mengadap Rasulullah s.a.w lalu berkata: Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang membuat aku memasuki Syurga. Rasulullah s.a.w bersabda: Engkau hendaklah mengabdikan diri kepada Allah, jangan menyekutukannya dengan sesuatu, dirikanlah sholat sebagaimana yang difardukan dan keluarkanlah zakat yang diwajibkan serta berpuasa pada bulan Ramadan. Lalu orang itu berkata: Demi Allah yang berkuasa ke atas diriku, aku tidak akan menambah atau menguranginya sama sekali apa yang telah dijelaskan kepadaku. Setelah orang itu pergi Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: barang siapa yang ingin melihat ahli Syurga maka lihatlah kepada lelaki ini. (Muslim Pada Kitab Iman No.16, Bukhori pada Kitab Zakat No. 1310)

Dari Abu Zar r.a: Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jibril a.s telah mendatangi aku lalu memberitahu berita gembira, yaitu barang siapa yang mati di kalangan umatku dalam keadaan tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu, niscaya dia akan dimasukkan ke dalam Syurga. Aku bertanya: Walaupun dia berzina dan mencuri? Rasulullah bersabda: Walaupun dia berzina dan mencuri (Bukhori, kitab jenazah No. 1161, Muslim Kitab iman no. 137).

Seharusnya bagi kita umat Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam sadar bahwa cukuplah Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam yang di pegang ucapannya bukan orang lain.

Kesimpulan:

Adapun ayat-ayat mengenai jaminan masuk surga adalah tekena kepada kaum mu’minin secara umum bukan untuk golongan fulan bin fulan. Jaminan yang dikatakan Syaikh Ahmad dan Pak Kyai dalam buku ini bukanlah jaminan yang pasti, karena setiap kaum mu’minin pastilah masuk surga meskipun dia masih mencuri dan berzina selama tidak menyekutukan Allah. Dan yang pasti bagi mereka yang masih bebuat maksiat pastilah akan ada perhitungannya di akhirat kelak sebelum dia masuk surga. Rasulullah bersabda: dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui ahli Neraka yang terakhir keluar dari sana dan ahli Syurga yang terakhir masuk ke Syurga yaitu seseorang yang keluar dari Neraka secara merangkak lalu Allah Ta’ala berfirman kepadanya: Pergilah, masuklah ke dalam Syurga, maka dia pun mendatangi Syurga, tetapi terlintas di pikirannya bahwa Syurga itu telah pun penuh. Oleh itu dia kembali dan berkata: Wahai Tuhanku, aku telah temui Syurga itu namun telah penuh. Allah Ta’ala berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam Syurga, maka dia pun mendatangi Syurga, tetapi terlintas di pikirannya bahwa Syurga itu telah penuh lalu kembali lagi dan berkata: Wahai Tuhanku, aku telah temui Syurga itu tetapi surga itu telah penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam Syurga kerana sesungguhnya surga itu untukmu, seumpama dunia dan sepuluh kali lipatgandanya atau sesungguhnya surga itu bagimu sepuluh kali lipatganda dunia. Lelaki itu berkata: Adakah Engkau mengejekku atau mempermain-mainkan aku, kerena Engkau adalah Maharaja? Maka Abdullah bin Masud berkata: Aku benar-benar melihat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sehingga ternampak gigi geraham baginda dan dikatakan: Itulah Ahli Syurga yang paling rendah kedudukannya. HR Bukhori Meminta Simpati No. 6086, Muslim Kitab Iman No. 272).

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

About these ads

July 20, 2008 - Posted by | Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Sorry, the comment form is closed at this time.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: