Sholawat Fatih kebanggaan Tarekat Tijaniyah
Sholawat Fatih ini merupakan kebanggaan tarekat Tijaniyah, adapun lafadz sholawat Fatih ini adalah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ
Artinya: “Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”
Para pengikut tijaniyah berkeyakinan bahwa sholawat fatih ini adalah firman Allah yang disampaikan Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam kepada Syekh Ahmad bi Muhammab At Tijaniyah dalam keadaan mimpi dan juga dalam keadaan sadar dan keutamaan satu kali membaca sholawat fatih ini adalah 6 kali khatam Al Quran. Sebagaimana nanti di jelaskan dalam masalah no. 9 & 12.
& Komentar
Maaf, form komentar ditutup saat ini.




. SHALAWAT AL-FATIH (PEMBUKA)
Lafadznya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”
Berkata At-Tijani tentang shalawat ini –dan dia pendusta dengan perkataannya-:
“….Kemudian (Nabi shallallahu alaihi wasallam) memerintah aku untuk kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan aku dengan hal tersebut, akupun bertanya kepadanya tentang keutamaannya. Maka beliau mengabariku pertama kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap dzikir, dari setiap do’a yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini termasuk dzikir.”
Dan ini merupakan kekafiran yang nyata karena mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah Azza Wajalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkataan ahli bid’ah yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah 225 dan Mahabbatur Rasul 285, Abdur Rauf Muhammad Utsman)
Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari dan Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib. Dan datang dari hadits’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : { ألم } حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan) itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (HR.Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)
Komentar oleh Mahrusali | Agustus 11, 2008
Mas, kalau ilmu anda masih sedikit janganlah untuk coba-coba untuk menfatwakan bahwa tarekat Tijani yang mulia ini dengan sebutan sesat bahkan anda bilang bahwa Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani adalah pendusta. Kalau memang tarekat ini sesat, maka tidak mungkin NU (melalui organisasi JATMA) menyatakan bahwa tarekat Tijani ini Muktabaroh (ajarannya benar berasal dari Rosululloh).
BERTOBATLAH MAS!!!
Reza (hp: 0818 6080 12)
Komentar oleh Riza | Oktober 7, 2008
wahai saudaraku mahrus, atas komentar anda saya doakan semoga anda masuk sorga yang paling tinggi.’sehingga kamu terlempar keneraka karana kepandaianmu yg mengkafirkan sesama muslim mohon timbah ilmu jangan dari satu kitab andalan kamu tersebut{firqoh najiyah]mohn buka kitabnya para asanidhassolikhin sehingga kamu tahu luasnya ilmu allah azza wajallah’ istighfar yaaaa!
Komentar oleh dinnusalim | Oktober 10, 2008
maa syaa ALLOh…saudaraku sekalian yang menghina at-tijani….selama ini , saya memang bukan pengikut thoriqoh ini…tetapi, dari kalimat shalawatnya, saya tidak memungkiri, karena itu memang shalawat yang bagus….dan bagi mereka yang menghina tentang thoriqoh ini…tolong…hentikan…hentikan menghujat sesama muslim, anda-anda ini secara tidak langsung membahagiakan musuh islam dengan perang antar islam….astaghfirulloh……!!!!!!biarkan mereka bershalawat dengan shalawat ini..memang tidak ada anjuran dari rosul untuk bersholawat dengan sholawat ini, tapi kan juga tidak ada LARANGAN dari bliau kan??????maka, jika anda tidak senang dengan shalawat atau thoriqoh ini, cukup tinggalkan saja, gak perlu menghina dan lain sebagainya….amankan saudara dan keluarga anda…maka itu adalah jalan terbaik daripada perang antar umat isalam….lakukan keyakinan masing-masing…toh ALLOH Yang MAHa BEnar, bukan anda yang selalu merasa benar dan menyalahkan orang lain…masak, dikit-dikit bid’ah, masuk neraka….apa surga itu milik smpean?????ALLOH tuh maha kasih dan sayang….jangan gampang mengkafirkan orang, lha wong kadang smpean sendiri kafir (lawan kata dari syakir)..maka kita harus instropeksi diri….INGAT, MUSUH ISLAM AKAN SEMAKIN SENANG DENGAN PERPECAHAN INI!!!!!!!! YAA ROBBANA,,IHDINASH SHIROTOL MUSTAQIIM..!
Komentar oleh faqir | Oktober 21, 2008
mas kalau anda ingin mencari kebenaran tentang ajaran-ajaran tarekat khususnya Tijani silakan datang ke ulama atau kontak ke salah satu guru saya (saya sudah sebutkan nama beliau,alamat dan no.telponnya) kecuali kalau anda merasa diri paling benar.
Belajar ilmu agama dulu yang banyak, jangan cuma baru menguasai satu-dua macam ilmu aja sudah berani memfatwakan bahwa semua ajaran tarekat itu sesat. Pelajari dulu ilmu nahwu, shorof, mantiq, balaghoh, asbabun nuzul, dan lain-lain. Selidiki dulu siapa ulama yang mas jadikan rujukan. Padahal ditarekat lah kita bisa menemukan manisnya beragama Islam. kalo dikit-dikit bid’ah… cape deh! Hati jadi kering mas. Untuk semua pencari ilmu agama (yang sangat dahaga akan tetesan ilmu agama) yang berdomisili dijakarta, silakan luangkan waktu anda ba’da Isya setiap malam sabtu untuk hadir dalam pengajian ilmu Fiqh / Hadits / tasawuf / tauhid di musolah Baiturrohim Jln Tebet timur IV F Jaksel (disana kita bisa langsung interaksi dengan pengajarnya, Ustz Idris Makruf) karena saya pun dulu bergelimang dengan lumpur maksiat dan sangat merindukan tetesan ilmu agama untuk mengembalikan saya pada FitrahNYA dan Alhamdulillah sejak mengikuti ta’lim tersebut sedikit2 saya sudah merasakan nikmatnya beribadah dan Alhamdulillah tabiat saya bisa berubah 180 derajat.
Semoga ALLOH senantiasa memberikan Taufiq & HIdayahNYA kepada kita semua.
Komentar oleh Riza | Oktober 22, 2008
Assalamualaikum
Alhamdulillah sy diberikan hidayah oleh Allah berupa keinginan untuk mengetahui suatu kejujuran dan kebenaran.
Saya pernah mempelajari sholawat alfatih bahkan sholawat nurijati dll, bahkan lebih dari itu semua sudah saya pelajari
namun sy slalu bertanya di dalam hati, inikah islam yg sesungguhnya ? bagaimana sih caranya belajar islam yg benar?
Sy buka pintu hati ini untuk menerima kebenaran, dan sy pelajari kembali islam dari sumbernya langsung yaitu Nabi Muhammad SAW, saya baca sirahnya, riwayatnya, cerita para sahabatnya, kisah dari dalam keluarganya serta orang2 yang selalu mengelilinginya.
Dari situ sy temukan islam yag sebenarnya, bukan menurut kyai saya atau ustad saya atau guru saya, saya sandarkan semua kepada Rosulullah SAW dalam berislam (kegiatan sehari hari) sandarannya adalah.
Sy berbesar hati dan sy tinggalkan apa2 yg Rosulullah SAW dan para sahabat tinggalkan termasuk sholawat alfatih dan lainnya karena Beliau dan sahabatnya tidak ada yg melakukannya sebab merekalah yg lebih mengetahui islam ketimbang guru2 kita, yg kadang ketika mengajarkan islam mereka tidak menyebutkan sumbernya hanya bilang dari hadits namun tidak menyebutkan haditnya siapa ? kitab apa? sahih atau tidak ?
Yg utama berani tidak kita berguru kepada Rosulullah ?
berguru berdasarkan Alquran dan Hadits Shahih. Berani tidak mencari kebenaran atas apa yang kita pelajari ? jangan hanya kata guru saya, ustad saya dll ?
Komentar oleh M Islan | Oktober 22, 2008
Assalaamu’alaikum,
Saya akan mencoba bercerita apa-apa yang saya tahu, selebihnya bila anda PENASARAN datanglah ke majelis Tijaniyah di Bogor, bertanya kepada yang menggenggam segudang ilmu, bukan hanya ilmu OTAK yg terbatas, tetapi juga ilmu UKHROWI/RUHANI.
Kalau kita baca sejarah sebagian bangsa-bangsa Afrika, terutama dimana penduduknya mayoritas Islam, kita akan mengetahui bahwa perlawanan & pemberontakan rakyat Afrika thd penjajah selalu digerakkan oleh kaum sufiyah, dalam hal ini tarekat, tidak terkecuali Tijaniyah. Kalau kita MAU mencari tahu tokoh-tokoh Islam Indonesia yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan kita akan terperangah, bahwa sebagian besar dari mereka adalah penganut Tijaniyah. Bisa saya sebutkan beberapa di antara mereka: Presiden Soekarno, pendiri NU – KH. Hasyim Asy,ari, pendiri Muhammadiyah- KH. Ahmad Dahlan, HOS. Cokroaminoto, dll. Di zaman sekarang adalah yang memegang kendali RI – Presiden SBY. Beberapa Jenderal & mantan jendral RI juga pengikut Tijani. Bila anda kurang percaya, tanyakan langsung kepada yg bersangkutan (he..he..he..), minimalnya kepada keturunannya (itupun kalau para anak cucunya tahu).
Kita semua yakin dan harus mempunyai dasar/pondasi IMAN yang kuat. Iman itu ternyata ditunjukkan secara sungguh-sungguh oleh kaum di PERSATUAN ISLAM. Saya sangat gembira melihat perjuangan PERSIS dkk. yg ghirahnya tinggi dalam mendakwahi umat secara lisan & tulisan. Tetapi sayang, dari dulu sampai sekarang IMAN yg dibangun hanya sampai IMAN yg dasar/pondasi saja, tdk sampai naik level ke atas, seperti membangun sebuah bangunan dari pondasi yg kuat terus berdiri tembok dan naik atap genting. Tapi saya kira itu sudah mencukupi, IMAN yg kuat hanya sampai tingkat dasar/pondasi, karena Alloh SWT tdk akan menghisab melebihi kemampuan manusia.
Adapun sebagian umat Islam yg lain yg diberi kemampuan utk membangun IMAN ke tingkat lebih atas, yaitu IMAN yg tidak bisa dibatasi oleh lisan & tulisan. Karena kemampuan lisan & tulisan (OTAK) terbatas, sejauh dan dalamnya lisan & tulisan tidak akan melebihi jauhnya/dalamnya huruf A sampai Z atau huruf Alif sampai Yaa’, dan itulah isi dari dasar/pondasi IMAN. Seluruh A-Z dan Alif-Yaa’ bisa dihimpun di otak jasmani yg terbatas. Tapi kita lupa bahwa kita dianugrahi RUH yg tingkat IMAN nya berbeda dg IMAN yg dasar tadi. Mana di antara kita yg benar? Saya yakin kedu-dua pihak yg berselisih benar, tapi satu pihak tidak menyadari bahwa pihak yg lain mempunyai kemampuan lebih untuk mengembangkan IMAN nya secara RUHani. Akibatnya pihak yg merasa bahwa ISLAM/IMAN yg benar hanyalah yg terhimpun dalam OTAK yg berisi lisan & tulisan A-Z dan Alif_Yaa’ akan mengklaim bahwa ISLAM/IMAN yg keluar dari OTAK adalah salah dan mengada-ada. Padahal sebenarnya mereka hanya ingin naik tingkat berpindah ke ISLAM/IMAN secara RUHani, mungkin mereka bosan kali ber IMAN/ISLAM secara OTAK (he..he..he..) jadi pingin naik kelas, bosan di tempat yg lama. Kita juga tidak perlu menyalahkan saudara2 kita dari PERSIS dkk, mereka dibutuhkan untuk mendakwahi umat yg masih awam dan para muallaf mengajarkan ilmu SYARIAT. Tapi, bila mereka pingin naik kelas, ber IMAN tingkat RUHani, silakan datang ke guru yg punya ilmu keRUHanian (guru tarekat). Perlu saudara2 ketahui, berdebat dan berselisih itu capeeek man! kayak anak kecil dan seperti edan eling bahwa OTAK kita terbatas sekali. Hanya RUHani yg mampu melahap ilmu-ilmu yg lebih tinggi.
Oh ya, sekedar informasi saja, kalau tidak salah tarjih majelis Muhammadiyah yg sekarang sudah membolehkan QUNUT. Apa benar, ya? Mungkin saudara-saudara dapat membantu saya ttg kebenarannya. Dan tolong deh, jangan campur adukkan ibadah yg MAHDOH dengan yg ghair mahdoh, OKEE? Khawatir nantinya yg ghair mahdoh dianggap WAJIB hukumnya. Khan payah jadinya, bukan? Jadi dakwahnya isinya campur aduk. Imam Asy-Syafi’i pernah berkata, “Selama 11 tahun aku menelaah satu ayat ini, belum juga kutemukan makna dan kandungannya”. Untuk berijtihad diperlukan ALAT. Alatnya ada 9 ilmu. Lha, saudara2 pernah berusaha berijtihad perlu berapa lama? sejam, sehari, sebulan, setahun? waduh, terlalu singkat, mana orang percaya gaya ijtihad seperti itu. Orang sekarang baru fresh/segar keluar dari kuliah sudak berani berijtihad. Laksana orang cari kerja, hanya orang yg mempunyai pengalaman yg diterima. Makin lama pengalaman makin bagus. Beri saya kepercayaan, bagaimana saya bisa percaya kepada orang-orang seperti itu?
Segudang ilmu terdapat di dalam tarekat Tijani, baik ilmu keakhiratan, ilmu dunia (rezeki, kewibawaan, dll), ilmu tentang perang , pengobatan dll. Ilmu-ilmu tentang keduniawian dihimpun dalam 40 kitab, yang setiap kitabnya memuat/mengajarkan 50 ilmu. Jadi ilmu-ilmu keduniawian ada sekitar 2000 ilmu. Seluruh kitab-kitab Tijaniyah yang diwariskan oleh Asy-Syaikh Al-Mukarrom Ahmad At-Tijani terdapat di majelis Bogor, dalam genggaman Asy-Syaikh Hadji Muhammad Syu’aib. Bila saudara hendak mengetahui seluruh kitab-kitab ukhrowi & dunya Tijaniyah, silakan datang ke majelis Bogor. DAN, bila saudara hendak mencari seorang Syaikh Tijani yang menggenggam seluruh ilmu hikmah, silakan datang ke majelis Bogor dan belajarlah tarekat secara BENAR dan ADAB.
Assalamualaikum,
HARUN PRIBADI
tijani121@gmail.com
Komentar oleh Harun | November 8, 2008
Assalamualaikum.
Saya sedih sekali. Orang2 non Tijaniah ikut bicara tentang dan menentang Tijaniah. Mungkin ini lah maksud hadist Nabi; Apabila seuatu perkara itu diserahkan pada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. Sekarang pembicaraan tijanih dibicarakan oleh yang bukan berkecimpung disana apa tidak amburadul tuhh. he he
H Ibrahim aktivis Tereqat Tijanih di Kota Grogot.
Komentar oleh H Ibrahim | November 24, 2008
Assalamu’alaikum ya Ikhwany Attijanih diseluruh Indonesia. Sekedar mengingatkan saja. Lazimilah amaliah yang telah kita terima dari para Masya’aikh Tijaniah. Baik wirid lazim pagi maupun wirid lazim sore wadhifah yaumiah dan hailalatul Jumu’ah tanpa harus terjebak dalam permasalahan yang hanya dipahami oleh orang yang ahlinya. Attaslimu liahlihi awla, kita serahkan pada yang ahlinya lebih utama.
Komentar oleh H Ibrahim | Desember 2, 2008
ASS.KUM….MOHON MAAF SAUDARA KU
Dari pada protes, lebih baik ambil kita ambil akhlak Nabi Muhammad Saw. Para pengikut tarekat tijani sebaiknya DOAKAN saja. Dan lebih baik istiqomah pada jalannya masing masing, toh yang merasakan kebenaran itu anda sendiri bukan orang lain.
Dan jangan lupa bahwa kita orang indonesia,bukan asing.
BHINEKA TUNGGAL IKA
Komentar oleh Santo | Desember 5, 2008
Komentar oleh attanzil | Desember 5, 2008
waduh.. mas dani hebat banget ya.. dengan hanya ngaji selama 3 tahun (menurut biografi singkatnya),bisa mengkafirkan muslim lain yang mengikuti tarekat tijani…istighfar mas…
apa belum pernah ngaji kitab hikam??
Komentar oleh aji syach | Desember 7, 2008
Tanggapan Untuk Akhi Aji Syach,
Assalamu’alaikum warahamatullahi Wabarakatuh,
Aji Syach telah memfitnah saya (Dani) dengan mengatakan saya mengkafirkan Muslim Kelompok Tiijaniyyah ini, padahal dari semua bantahan saya mengenai tijaniiyah ini tidak ADA SATUPUN KATA yang MENGKAFIRKANNYA. Hendaklah Akhi Aji Syach ini meneliti kembali kata-katanya. Saya tidak mempermasalahkan Aqidah Pengikut Tijaniyyah ini sebagaimana artikel yang saya tulis pada permasalahan no 15. Sebagaimana berikut.
Masalah 15 Masalah Aqidah Tarekat Tijaniyah
Pada hal 63-67, Masalah aqidah tarekat Tijaniyah
Tanggapan: setelah membaca secara keseluruhan maka saya dapat menyimpulkan bahwa Aqidah pengikut tijaniyah ini tidaklah menyimpang dan penyimpangan hanya terjadi pada masalah bilangan dzikir dan keyakinan bahwa sholawat fatih adalah firman Allah.
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Hendaklah antuk Aji Syach ini MALU karena sudah membantah tidak dengan ilmu lalu berkata-kata dengan memfitnah orang.
Semua pengiktu Tijaniyyah yang sudah berkomentar di blog ini, saya sarankan sebelum memberikan komentar membaca terlebih dahulu semua pa yang saya tulis, sebagaimana dibawah, dan jika tidak sepaham bantahlah dengan ILMU dan BUKAN dengan HAWA NAFSU, karena HAWA NAFSU akan selalu membawa rasa Amarah saja…. Silahkan
Tarekat Tijaniyyah, Kata pengantar
Arti Tarekat
Siapa Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani
Sholawat Fatih kebanggaan Tarekat Tijaniyah
Masalah 1 Mimpi Bertemu Allah
Masalah 2 Melepaskan Dzikir wajib dari beberapa guru bila masuk
tarekat tijaniyah
Masalah 3 Orang yang hendak masuk tarekat Tijaniyah terbebas dari
bahaya dunia dan akhirat
Masalah 4 Catatan amal akan di hadapkan kepada Allah dan diperiksa
pada hari Jum’at
Masalah 5 Dzikir Hailalah (Laillahaillah) dibaca hingga
tenggelammnya matahari setelah shalat ashar
Masalah 6 Diseputar hadist Syari’atku datang dengan membawa 360
jalan/tarekat
Masalah 7 Jaminan-jaminan mengikuti tarekat tijaniyah
Masalah 8 Do’a yang menjadi pelebur dosa bagi manusia di akhir zaman
Masalah 9 Tentang keutamaan sholawat fatih
Masalah 10 Malaikat seperti burung dan mempunyai sayap dan mulut
yang sulit dihitung
Masalah 11 Sholawat Fatih adalah kalam/Firman Allah
Masalah 12 Keutamman sholawat Fatih yang lainnya
Masalah 13 Untuk bertemu Nabi harus ada izin dari Syaikh Ahmad
Masalah 14 Tarekat Tijaniyah adalah merupakan salah satu tarekat
yang mu’tabarah
Masalah 15 Masalah Aqidah Tarekat Tijaniyah
Masalah 16 Syaikh Ahmad bin Muhammad At Tijani di jadikan teladan
Masalah 17 Diseputar mimpi bertemu Rasullulah
Masalah 18 Dzikir-dzikir Tarekat tijaniyah
Masalah 19 Jaminan Khusnul khatimah dan masuk surga
Masalah 20 Membenci kelompok Tijaniyah, maka dia bisa mati secara kafir
Masalah 21 Jaminan surga tanpa hisab dalam Tarekat Tijaniyah
merupakan jaminan yang sah
Komentar oleh attanzil | Desember 9, 2008
Waduh, mas Dani…mengapa komentar saya tentang beda pendapat antara pengikut Tijani dengan yang kontra Tijani, tidak anda muat? Padahal komentar saya tersebut menggunakan bahasa, yang menurut saya sudah halus, tidak kasar dan mencela. Sebenarnya saya ingin menjembatani kedua-dua pihak, tetapi anda tidak menghormati pendapat saya. Anda tidak bisa memandang saya, bahwa saya ingin menengahi kedua-dua pihak.
Sebenarnya apa yang mas Dani maksud dengan “BANTAHLAH dengan ILMU”?? Ilmu apa yang anda maksudkan?? Apakah yang anda maksudkan adalah ilmu FIQH yang hanya bisa dinalar dengan kemampuan berpikir (OTAK) saja?? Atau ilmu yang bisa diamalkan oleh JASMANI?? Apa kita tidak memiliki keinginan untuk mendayagunakan RUHani kita?? Padahal ketiga hal tersebut, yaitu AKAL(OTAK), JASMANI dan RUHani adalah karunia ALLoh yang mesti didayagunakan.
Sekarang saatnya saya memberitahukan kepada anda secara gamblang, bahwa mendayagunakan RUHani seperti yang dilakukan oleh penganut jalan TAREKAT sebagian besar adalah untuk kebutuhan duniawi mereka dengan CARA/METODA mezikirkan lafal2 tertentu untuk tujuan2 tertentu. Lalu anda bertanya: “Itukan tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW?”. Jawaban saya: Memang benar, Rasulullah SAW tidak mencontohkan hal-hal seperti itu, karena itu adalah masalah duniawi. Masalah duniawi, kita sendiri yang mengetahui kebutuhan duniawi kita, Rasulullah tidak mau ikut campur. Kebutuhan duniawi anda dengan kebutuhan duniawi saya tidaklah sama. Masing2 punyai CARA sendiri untuk mendapatkan duniawinya dan seberapa banyaknya tidaklah sama.
Saran saya kepada anda dan teman2 anda yang sampai saat ini masih mendayagunakan karunia Alloh sebatas AKAL dan JASMANI, silakan anda mulai berlatih mendayagunakan karunia Alloh yang satu lagi, yaitu RUHani. Agar anda bisa merasakan /mengecapi bagaimana dahsyatnya RASA ajaran Rasulullah SAW itu, seperti yang dirasakan oleh saudara2 anda para pengikut jalan TAREKAT. Saya menyarankan, agar mas Dani mulai saat ini mensyukuri karunia RUHani yg Alloh berikan dengan memanfaatkan sebaik2-nya dengan mendayagunakannya.
Untuk mendayagunakan ketiga karunia Alloh tsb harus dengan CARA yang untuk satu dengan lainnya berbeda. Jadi, ALAT/CARA untuk mendayagunakan AKAL/OTAK pasti MUTLAK berbeda dengan ALAT/CARA mendayagunakan JASMANI dan RUHani.
Komentar saya hari ini dan komentar kemarin yang tidak anda muat adalah ILMU AKAL, hasil olah otak (berpikir) saya yang seharusnya dapat anda terima sebagai masukan dan dapat dibaca oleh khalayak, setidak-tidaknya hanya sebagai pengetahuan saja. Mas Dani tidak perlu gugup dan khawatir, karena saling lempar pendapat antara kedua-dua pihak bukanlah untuk memunculkan siapa yang MENANG atau BENAR, tetapi sebatas untuk mengetahui seberapa jauh Ilmu OTAK, Ilmu JASMANI dan Ilmu RUHani dari kedua-dua pihak. Apakah mas Dani Permana setuju dengan pendapat saya?
Maka dengan ini saya memohon dengan kerendahan demi saudara2 kita yang Ilmu dan pengetahuan yang mungkin masih perlu pencerahan; MOHON tulisan saya yang kemarin bisa mas Dani muat dengan rasa toleransi dan kekeluargaan.
Assalaamu’alaikum.
H. HARUN
Komentar oleh H. Harun | Desember 9, 2008
Tanggapan untuk H Harun,
Komentar oleh attanzil | Desember 9, 2008
Tambahan Tanggapan untuk H Harun dan pengikut Tijaniyyah
Komentar oleh attanzil | Desember 9, 2008
Yang menerima Sholawat Fatih langsung dari Nabi Muhammad SAW itu adalah Syech Muhammad Al-Bakri. Sedangkan Syech Ahmad bin Muhammad At-Tijani hanya mengamalkan sholawat tersebut. SIlahkan MAS DANI baca kitab Al-Fatur Rabbani.
Komentar oleh aji syach | Desember 10, 2008
Tanggapan Untuk Aji Syach
SATU LAGI Kekurangan anda semua para pengikut TIJANIYYAH, Bila mengatakan datangnya dari RASULULLAH tapi tidak menyebutkan sanad-sanadnya atau para perawinya?
AJI Syach berkata : “Yang menerima Sholawat Fatih langsung dari Nabi Muhammad SAW itu adalah Syech Muhammad Al-Bakri.”
MAKA SAYA BERTANYA? Namun sayang tidak pernah dijawab, mungkin Para Kyai pengikut Tijaniyyah tidak pernah mengajarkan Bagaimana Ilmu Hadist itu?
Bisa anda sebutkan sanad-sanadnya kalau “Yang menerima Sholawat Fatih langsung dari Nabi Muhammad SAW itu adalah Syech Muhammad Al-Bakri.”?, Jika itu sesuai dengan Sunnah dan datangnya dari Rasulullah, Maka para perawi haidts Wajib antum sebutkan?
Jika antum tidak meyebutkan siapa sanad-sanadnya jika Sholawat fatih itu berasal dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam maka berhati-hatilah..BERBOHONG ATAS NAMA RASULULLAH
Komentar oleh attanzil | Desember 10, 2008
wah
klo masalah tarekat di hukumi dengan syarikat jelas tidak akan ketemu di satu titik. itu sudah jelas, dari dulu mmg begitu
klo anda merasa orang ber tarekat seharusnya sudah tidak melayani perdebatan semacam ini, toh klo masih berdebat seperti ini berarti kita masih punya hawa nafsu
asyiknya berdikir dalam tarekat tidak dapat digantikan dengan apapun,
marilah yg menghukumi dosa tarekat ya biarkan saja, yang mengamalkan tarekat ya teruskan saja
kita harus percaya pada keyakinan kita, kita diganjar surga atau neraka karena keyakinan kita
yang jelas dan yang tidak boleh di lupakan bahwa
‘mimpi ketemu rasululullah itu benar adanya, maksudnya mmg itu rasulullah yang datang’, dan hadist ini sahih dan disetujui oleh semua golongan, mau NU, Muhammadiyah, Wahabi ato yg lain setuju hadist mengenai mimpi ketemu Rasulullah
Komentar oleh m syafi | Desember 26, 2008
ass,
mungkin karena beda tingkatan dalam pemahaman, jadinya seringkali terjadi perdebatan mengenai masalah sufisme. seharusnya masalah ini jangan di perdebatkan lagi, sufisme hanya bisa di mengerti oleh mereka yang menjadi golongan ini.
wassalam.
Komentar oleh anonim... | Januari 8, 2009
Assalamu’alakum Wr. Wb
Untuk Kang dani jangan menonton Tarekat Tijaniyah dari Shalawat Fatih saja kang, itu baru salah satu amalan yang kami lakukan, masih banyak lagi amalan yang lain. ach!!!! akang mah mungkin tidak tahu he he he!!.
Untuk memahami tarekat, Akang harus menembus lautan Ilmu yang sangat luas dan memahami Anatomi Tasawuf,anatomi Fiqih dengan demikian akang bisa menempatkan Tasawuf dimana? Fiqih dimana, tarekat dimana? tarekat Tijaniyah? Persis dimana ?
salah satu yang saya tahu, Tijaniyah punya Tiga amalan pokok yaitu, Istigfar – Shalawat -Dzikir
istigfar – Pengakuan bahwa kita orang-orang selalu berdosa dst.
Shalawat – kita berusaha untuk menentukan Idola bahwa Idola kita adalah Rasulullah SAW dst.
Dzikir – Kita berusaha selalu mendekati Allah Swt dst.
Salam Kenal ti Abdi
Hatur Nuhun
WasalamuAlaikum Wr.Wr
Komentar oleh Alit | Januari 17, 2009
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Teruskan Mas, perjuangan membela Islam dengan DALIL yang shahih..!!!!!
Saya dari dulu paling jengkel dan pusing dengan para pengikut Tarekat. Dari jaman Ibn Athaillah Al Sakandari (sufi) dan Ibnu Taymiyah….sampe sekarang ndak ada titik temunya.
Karena para pengikut Tarekat / Sufi : (versi saya)
1. Sangat Taklid ke Syaikh atau Kyai nya, dengan menomer dua kan DALIL (AL-Qur’an dan As-Sunnah) yang SHAHIH. Sudah banyak kisah “nyata” mengenai ke-Taklid an mereka, bertebaran di Internet.
2. Lebih menitik beratkan ke amalan / olah “Hati” ato “Jeroan”, dengan dzikir sbg amalan utamanya.
3. Jadi kalo ada kontra dengan para pengikut Tarekat…maka sudah bisa dipastikan, jawaban mereka akan berputar2 di masalah “Hati” dan “Jeroan”, pengalaman2 bathin, dan sejenisnya.
Ujung2nya dengan sadar ato tidak, mereka secara tidak langsung sudah menomer dua kan DALIL (AL-Qur’an dan As-Sunnah)yang SHAHIH.
Dari point 1-3 diatas, tidak ada niatan saya untuk melecehkan para pengikut tarekat. Saya pribadi banyak mengetahui mengenai ajaran2 dan pengalaman2 batin pengikut tarekat karena kebetulan temen dan lingkungan saya banyak yang ikut Tarekat (saya di Surabaya daerah Kaliwaron,Kenjeran, Kedinding).
Saya pribadi memang mengakui, pernah mengalami pengalaman2 bathin hampir sama (tapi ndak semua lho…) dengan apa yang dialami temen2 saya waktu mengikuti Tarekat, Ketika saya melakukan Ibadah sholat ato dzikir dengan khusuk.
Saya juga ikut kajian Ustadz2 (Ustd. Haris, Ust. Mukhlisin, Ust. Ma’ruf Nur Salam, Ust. Syabiq, Ust. Nur Yasin Al-Hafidz, dll) dari yayasan Nidaul Fitrah Surabaya (satu atap dg yayasan Al-Sofwah Jakarta, kebetulan saya pernah ke Al-Sofwah), dan Alhamdulillah mendapat manfaat yang banyak, al :
1. Ibadah harus dilandasi oleh Ikhlas dan harus Sesuai Tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.
2. Urusan Ikhlas adalah urusan Hati, itu Hak Allah SWT.
3. Tetapi urusan “Sesuai Tuntunan”, kita bisa menilainya dengan merujuk ke Ulama2 Salaf yang berdasar Dalil yang Shahih.
4. Tidak boleh beropini ato berfatwa tentang ajaran Islam berdasarkan Ilham, pengalaman batin, bisikan ghaib, mimpi, dan sejenisnya.
Saya percaya akan adanya point 4 diatas, karena saya (dan banyak temen lainnya juga) pernah juga mengalaminya dan benar kejadiannya (menurut saya lho…).
Tetapi tidak saya pake sebagai Dalil dalam urusan agama Islam. Itu hanya sebagai konsumsi pribadi saya.
Kalaupun saya critakan pengalaman tsb ke temen saya, itu bukan sbg DALIL ajaran Islam, tetapi hanya Curhat semata antar teman.
Semoga posting saya bermanfaat dan ridho Allah SWT. semata yang saya harapkan. Wallahu’alam
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Komentar oleh Didik Pratama | Januari 19, 2009
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Pada hakikatnya Semua muslim Harus Taklid Pada Al-Qur’an Dan Sunnah, dan minimal kepada gurunya, jangan sampai orang yang berargumen dengan buku-buku dan kitab-kitab bukan taklid, jelas-jelas mereka taklid kepada buku-buku dan kitab itu maksimal pengarangnya. sama-sama peng Taklid jangan saling mendahului, Eh kaya Bus Way aja,
Astagfirullah-al adhim li wa lakum
Tanggapan:
Komentar oleh Alit | Januari 20, 2009