Al Hikmah

Dalil Tentang Wajibnya Menjalankan Amanah

Dari Abu Hurairah ra. dia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Jalankanlah amanat yang diembankan kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu.’” (Abu Daud, 3535 dan Tirmizi, 1264).Sabda Rasulullah: “Jalankanlah amanat” adalah perintah, dan perintah itu sifatnya adalah untuk mewajibkan. Allah swt. berfirman: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa:58).

Amanat adalah segala sesuatu yang wajib dikerjakan. Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Konsekwensi Amanah

Dari Abu Zar ra. dia berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah tidakkah engkau limpahkan suatu tugas (jabatan) kepadaku? Dia berkata: Beliau menepuk-nepuk kedua bahuku dengan tangannya, kemudian bersabda: Wahai Abu Zar, kamu lemah, dan ini adalah amanat yang mana pada hari kiamat akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar dan melaksanakan apa yang telah diamanatkan kepadanya.Dalam lafal lain: Wahai Abu Zar, sesungguhnya aku melihatmu sangat lemah dan aku sangat menyukai untuk dirimu apa-apa yang aku sukai untuk diriku. Kamu tidak akan ditunjuk untuk menghakimi dua orang yang bertikai dan menjadi wali harta anak yatim (Muslim, 1825, 1826).

Nawawi berkata (dalam Penjelasan Sahih Muslim, jilid 12, halaman 210): Hadis ini adalah dalil yang menerangkan tentang menghindari kekuasaan, apalagi bagi orang yang di dalam dirinya terdapat kelemahan untuk menjalankan tugas-tugas kekuasaan itu. Kehinaan dan penyesalan itu akan diterima orang-orang yang bukan ahlinya, atau bagi orang yang ahlinya tetapi dia tidak adil dalam menjalankannya, maka Allah akan menghinakannya pada hari kiamat, dan memberikan penyesalan atas apa yang disia-siakannya. Adapun orang yang layak untuk menjalankan kekuasaan dan berlaku adil dalam menjalankannya, maka dia akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar yang ditunjukkan oleh hadis-hadis yang sahih dan kesepakatan para ulama tentangnya.

Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Beberapa Tanda Kenabian Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam

Dari Abu Sufyan ra. dalam kisahnya dengan Hiraklius. Hiraklius Berkata: “Aku bertanya kepadamu, ‘Apa yang dia perintahkan kepadamu?’ kamu menjawab bahwa dia memerintahkanmu menyembah Allah, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun dan melarang kalian menyembah berhala, memerintahkan kamu sekalian mengerjakan salat, jujur, dan ‘iffah. Bila apa yang kamu katakan ini benar, maka ia akan menguasai tempat pijakan dua kakiku ini.(Diriwayatkan oleh Bukhari, 6. Dan Muslim, 1773)’Afaf adalah menahan diri dari sesuatu yang haram dan perangai yang tidak terpuji.

Nas hadis di atas adalah sebagian dari sebuah hadis yang panjang, yang mencakup pokok-pokok ajakan Muhammad saw. untuk menganut Ajaran tauhid. Yaitu dengan tulus ikhlas hanya menyembah Allah semata, melarang menyembah selain-Nya, mengajak melakukan salat dan perintah-perintah dalam Islam lainnya. Juga mengandung kebenaran yang ditemukan oleh Hiraklius setelah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Abu Sufyan ra, bahwa semua itu merupakan sifat-sifat Rasulullah saw yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi mereka.

Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Di Antara Etika Islam Yang Agung

Dari Abu Said Al-Khudri ra. berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Orang yang derajatnya paling buruk pada hari kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya, kemudian ia umbar (ceritakan) perihal hubungannya itu (secara detail) kepada orang lain.’” (Muslim, 1437)Penjelasannya atas Sahih Muslim, jilid 10, halaman 8, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan: “Hadis ini mengandung larangan bagi seorang laki-laki membeberkan segala sesuatu mengenai hubungan intim dengan istrinya secara detail, dan larangan menceritakan semua perbuatan dan perkataan istrinya.”

sekedar menyebutkan jima’ secara umum tanpa ada keperluan atau faedah maka hukumnya makruh karena hal itu bertentangan dengan muruah. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah, hendaknya berkata yang baik atau diam.”

Tetapi, jika diperlukan atau mendatangkan manfaat seperti menolak dakwaan bahwa dirinya tidak mau menggauli istri atau dakwaan bahwa dirinya lemah syahwat dan lain-lain maka tidak makruh.

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Setiap Perbuatan Baik Adalah Sedekah

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim itu harus bersedekah”, para sahabat bertanya: “Bagaimana jika dia tidak memiliki sesuatu (harta) yang akan disedekahkannya?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia bekerja hingga memeproleh hasil yang bermanfaat bagi dirinya dan dengannya ia dapat bersedekah”, mereka bertanya lagi: “Jika ia tidak sanggup melakukannya?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah ia membantu orang yang membutuhkan pertolongan”, mereka kembali bertanya: “Jika hal itu tidak sanggup ia lakukan?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah ia memerintahkan suatu kebaikan” mereka bertanya: “Jika itupun tidak sanggup ia lakukan?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah ia menahan diri dari berbuat mungkar dan itu merupakan sedekah baginya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari (no hadis 6022) dan Muslim (no hadis 1008)

Setiap Muslim harus bersedekah: yaitu dalam hal yang berhubungan dengan akhlak yang mulia. Dan secara ijma’ dikatakan bahwa hal itu bukan merupakan fardu. Makna asal sedekah adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang secara sukarela. Namun adakalanya diartikan dengan sedekah wajib, karena pemilik harta selalu menjaga ketulusan (shidq) dengan sedekahnya ini.

Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Beberapa Sifat Yang Harus Dihindari [Kemunafikan]

Dari Abdullah bin Amru ra., Nabi saw. bersabda: “Empat perangai apabila berada pada seseorang akan menjadikannya munafik tulen, dan apabila salah satunya berada pada seseorang, akan menjadikannya mempunyai salah satu sifat orang munafik, sampai meninggalkannya. Yaitu: Apabila diberi amanat ia khianat, apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia ingkar dan apabila bertikai ia berlaku curang.” Bukhari (34), Muslim (58)Munafik adalah: Orang yang keadaan lahirnya (baik perkataan maupun perbuatan) tidak sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya. Termasuk di dalamnya menggunakan Taqiyyah terhadap kaum Muslimin.

Apabila perbedaan itu dalam i’tikad iman, maka dia disebut munafik kafir, dan apabila dalam hal lain, dinamakan munafik amalan, baik yang berupa kegiatan mengerjakan atau meninggalkan. Munafik jenis ini mempunyai tingkatan yang berbeda-beda.

Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Etika Islam Yang Agung

Dari Abu Said Al-Khudri ra. berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Orang yang derajatnya paling buruk pada hari kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya, kemudian ia umbar (ceritakan) perihal hubungannya itu (secara detail) kepada orang lain.’” (Muslim, 1437)Penjelasannya atas Sahih Muslim, jilid 10, halaman 8, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan: “Hadis ini mengandung larangan bagi seorang laki-laki membeberkan segala sesuatu mengenai hubungan intim dengan istrinya secara detail, dan larangan menceritakan semua perbuatan dan perkataan istrinya.”

sekedar menyebutkan jima’ secara umum tanpa ada keperluan atau faedah maka hukumnya makruh karena hal itu bertentangan dengan muruah. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah, hendaknya berkata yang baik atau diam.”

Tetapi, jika diperlukan atau mendatangkan manfaat seperti menolak dakwaan bahwa dirinya tidak mau menggauli istri atau dakwaan bahwa dirinya lemah syahwat dan lain-lain maka tidak makruh.

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Pentingnya Orang Kepercayaan Yang Saleh

Dari Abu Sa’id bin Al-Khudri ra. dari Nabi saw. berkata: “Allah tidak akan mengutus seorang nabi dan tidak akan memilih seorang khalifah melainkan di sekitarnya dua tipe orang kepercayaan, orang kepercayaan yang senantiasa menganjurkan dan mendorongnya untuk berbuat baik, dan pembantu yang menyuruh dan mendorongnya untuk berbuat buruk. Maka orang yang selamat adalah orang diselamatkan oleh Allah. [Bukhari, 7198]Al-Bithanah adalah Ad-Dukhala’ bentuk jamak dari kata dakhil, yang berarti orang yang dapat masuk ke dalam kamar pribadi pemimpin, dan pemimpin memberitahukan rahasianya kepadanya, mempercayai semua laporannya tentang keadaan rakyat, serta bertindak berdasarkan laporan tersebut.

Hadis ini mengandung hal-hal berikut:

Continue reading

July 20, 2008 Posted by | Syarah Hadits | | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.