//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Masalah 16 Syaikh Ahmad bin Muhammad At Tijani di jadikan teladan

Pada hal 80 tertulis, Dalam adab syariat dan sunah Syaikh Ahmad bin Muhammad al tijani menjadi teladan bagi jamaah tarekatnya.

Tanggapan ; mengapa yang di jadikan teladan oleh para pengikutnya adalah Syaikh Ahmad ini sedangkan syaikh Ahmad sendiri berkata ” Kebaikan seluruhnya ada dalam mengikuti Sunnah (Nabi) dan kejelekan seluruhnya ada dalam menyalahinya.”(hal 82). Inilah yang salah kaprah bagi para pengikut Syaikh Ahmad ini, bukankah Allah berfirman:

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab/33:21).

Maka dari itu tidaklah sempurna iman seseorang apabila ia lebih mencintai anaknya, ayahnya, istrinya dan seluruh manusia dibandingkan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, seperti diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra: Aku pernah mendengar Rasulullahi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُئْمِنُ أَحَدُ كُمْ حَتّي أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَا لِدِهِ وَوَلَدِهِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ (متفق عليه)

“Tidak (sempurna) iman seseorang diantara kamu sehingga aku lebih ia cintai dari ayahnya, anaknya dan dari manusia seluruhnya. ( HR Bukhari Dalam Kitab Iman & Muslim dalam Kitab Iman, dan hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu majah, An Nasai, dan Ibnu Hiban dan hadist ini adalah Sahih)

Diriwayatkan dari Anas r.a ia berkata: Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka. (HR Bukhori pada Kitab Iman. No 15, Muslim pada kitab Iman No. 60)

Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda ketika peperangan Khaibar: Aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki, dengan tangannyalah Allah akan memberi kemenangan, yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai Allah dan RasulNya. (HR Bukhori pada Kitab Jihad dan strateginya No. 2724, Muslim pada Kitab Kelebihan Sahabat No.4423)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda untuk Hassan: Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah beliau dan aku menyintai orang yang mencintainya. (HR Bukhori pada Kitab Jual Beli No. 1979, Muslim pada Kitab kelebihan Sahabat No.4445)

Semoga mereka (pengikut Al Tijaniyah) yang meneladani Syaikh Ahmad ini menyadari kesalahannya.

Kesimpulan:

Muhammad Rasulullah-lah yang patut di teladani bukan Syaikh ahmad atau yang lainnya karena jelas Allah berfirman Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu(Al Ahzab/33:21).

Dan dari hadist yang di riwayatkan Abu Huraiarah r.a bahwa cucu yang di cintainya adalah Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dan inilah riwayat yang sahih dan tidak ada yang meragukan kebenarannya.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: