//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Masalah 17 Diseputar mimpi bertemu Rasullulah

Pada hal 118 tertulis, di seputar Mimpi bertemu Rasulullah. Jama’ah Tarekat Tijaniyah menyakini dapat bertemu Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi wassalam setelah wafat merupakan keyakinan yang sahih dan kuat berdasarkan hadist Rasulullah Saw.

Tanggapan : Adalah sesuatu yang sangat mungkin bahwa orang yang hidup bisa bertemu ruh yang sudah meninggal. Karena memang Rasulullah telah menyatakan hal yang demikian. Akan tetapi yang jadi permasalahn disini adalah mengapa hanya jama’ah tarekat Tijaniyah saja yang disebutkan, padahal semua kaum muslimin/muslimah berhak untuk menyakini pula bahwa mereka bisa bertemu Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam melalui mimpi. Saya nukilkan beberapa riwayat bahwa manusia yang hidup bisa bertemu Rasulullah dalam mimpi.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku. (HR Bukhori pada Kitab Ilmu No. 107 dan Muslim pada Kitab Mimpi No. 4206)

Dari Abu Qatadah ra., ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar (hak). (HR Bukhori pada Kitab Ta’bir No.6480 dan Muslim pada Kitab Mimpi No. 4208).

Adapun hadist yang di sampaikan oleh Pak Kyai dalam membahas bab Bertemu Rasulullah Saw secara sadar, adalah hadist riwayat Bukhari

مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ

“Siapa yang melihatku dalam tidurnya maka akan melihatku dalam keadaan terjaga”.

Memang benar hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari jalan Abu Hurairah r.a, sebenarnya hadist lengkapnya seperti berikut:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي

“Barang siapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia pasti akan melihatku dalam keaadaan terjaga dan tidaklah syaitan itu dapat menjelma sepertiku. (HR Bukhori pada Kitab Ta’bir No. 6994).

Para ahli hadist berbeda pendapat mengenai hal ini, sebagaimana imam Nawawi mensyarah hadits-hadist ini dan beliau berkata:

اختلف العلماء في معنى قوله صلى الله عليه وسلم : ” فقد رآني “

Artinya: Ulama berselisih pendapat mengenai makna sabda Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassalam : “maka dia benar-benar telah melihatku”.

Perbedaan tersebut terutama ketika mensyarah kata “في اليقظة”, artinya dalam keadaan terjaga (tidak dalam tidur). Ada dua pendapat mengenai hal ini

1. Dalam Kitab Al Bukhori hasyiyah As Sundy menjelaskan makna “فسيراني في اليقظة “, melihatku dalam keadaan terjaga dalam arti melihat dalam keadaan terjaga di hari kiamat. (hal 245, Jilid 4)
2. Bahwa kata “في اليقظة”, berarti benar-benar melihat Rasulullah dalam keadaan sadar tidak dalam keadaan mimpi.

Adapun yang terpenting diluar masalah perbedaan pendapat mengenai masalah ini adalah apakah pertemuan dengan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam tersebut menghasilkan syariat baru atau tidak?dalam arti membuat-buat sesuatu yang tidak pernah di ajarkan dan perintahkan oleh Rasulullah pada masa beliau masih hidup.

Ibnul Qayyim dalam Kitabnya ArRuh (الروح في الكلام على أرواح الأموات والأحياء بالدلائل من الكتاب والسنة) menjelaskan panjang lebar mengenai hal ini pada masalah ke tiga bab Ruh orang yang hidup bisa bertemu dengan ruh orang yang sudah meninggal (المسألة الثالثة وهى هل تتلاقي أرواح الأحياء وأرواح الأموات), dan belaiu rahimhullah mengawalinya dengan Surat Az zumar : 42,

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Ibnu Abbas radhialllahu ‘anhuma berkata mengenai ayat ini, ia berkata ” Aku mendengar bahwa ruh orang yang hidup dan yang sudah meninggal dapat saling bertemu di waktu tidur, lalu mereka saling bertanya. Kemudian Allah menahan ruh orang yang sudah meninggal dan mengembalikan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya.

Ibnu Abi Hatim menjelaskan dalam tafsirnya, dari AS Saddy, tentang firman Allah, jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, bahwa Allah memegang ruh di dalam tidurnya itu, lalu ruh orang yang hidup itu bertemu dengan orang yang sudah meninggal, lalu mereka saling mengingatkan dan saling mengenal. Kemudian ruh orang yang hidup kembali ke jasadnya di dunia hingga sampai ajalnya dan ruh yang sudah meninggal ingin kembali ke jasadnya, tapi ia di tahan.

Kembali kepada permasalahan sabda Nabi “فسيراني في اليقظة”, maka saya cenderung mengambil pendapat yang pertama bahwa sabda Nabi ” maka melihatku dalam keadaan terjaga” berarti melihat Rasulullah di hari kiamat kelak, karena jika melihat rasulullah dalam keadaan sadar setalah beliau wafat adalah pendapat yang bertentangan dengan ayat ini. (Az Zumar :42). Dan juga bertentangan dengan ayat yang lainnya, yaitu Surat A Mu’minun ayat 15-16

“Artinya : Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat. “.

Mengenai bacaan Sholawat Fatih dan dzikir-dzikir yang telah di tentukan oleh tarekat Tijaniyah ini dari sebab bertemunya Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani dengan Rasulullah adalah sesuatu yang teramat batil dan sesuatu yang baru setelah wafatnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dan telah sempurnanya syariat setelah turunnya surat Al Maidah ayat 3 (“Pada Hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu,), karena Umar bin Abdul ‘aziz seorang tabi’in yang bertemu rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dalam mimpinya tidak membawa sesuatu yang baru, pertemuan antara ruh orang yang hidup dengan yang mati hanya sebatas mengingat-ingatkan tanpa adanya perkara yang baru.

Dalam Kitab Ar-Ruh karya Ibnul Qayyim ada beberapa riwayat mengenai pertemuan tabi’in dengan Nabi Muhammad setelah beliau sholallahu ‘alaihi wasallam wafat dan juga pertemuan diantara para salafus shaleh dalam mimpinya diantaranya:

1. وقال مزاحم مولى عمر بن عبد العزيز عن فاطمة بنت عبد الملك امرأة عمر بن عبد العزيز قالت انتبه عمر بن عبد العزيز ليلة فقال لقد رأيت رؤيا معجبة قالت فقلت جعلت فداءك فأخبرنى بها فقال ما كنت لأخبرك بها حتى أصبح فلما طلع الفجر خرج فصلى ثم عاد إلى مجلسه قالت فاغتنمت خلوته فقلت أخبرنى بالرؤيا التي رأيت قال رأيت كأنى رفعت إلى أرض خضراء واسعة كأنها بساط أخضر وإذا فيها قصر أبيض كأنه الفضة وإذا خارج قد خرج من ذلك القصر فهتف بأعلى صوته يقول أين محمد بن عبد الله بن عبد المطلب أين رسول الله إذ أقبل رسول الله حتى دخل ذلك القصر قال ثم إن آخر خرج من ذلك القصر فنادى أين أبو بكر الصديق أين ابن أبى قحافة إذ أقبل أبو بكر حتى دخل ذلك القصر ثم خرج آخر فنادى أين عمر بن الخطاب فأقبل عمر حتى دخل ذلك القصر ثم خرج آخر فنادى أين عثمان ابن عفان فأقبل حتى دخل ذلك القصر ثم خرج آخر فنادى أين علي بن أبى طالب فأقبل حتى دخل ذلك القصر ثم ان آخر خرج فنادى أين عمر بن عبد العزيز قال عمر فقمت حتى دخلت ذلك القصر قال فدفعت إلى رسول الله والقوم حوله فقلت بينى وبين نفسى أين أجلس فجلست إلى جنب أبى عمر بن الخطاب فنظرت فإذا أبو بكر عن يمين النبي وإذا عمر عن يساره فتأملت فإذا بين رسول الله وبين أبى بكر رجل فقلت من هذا الرجل الذى بين رسول وبين أبى بكر فقال هذا عيسى بن مريم فسمعت هاتفا يهتف وبينى وبينه ستر نور يا عمر بن عبد العزيز تمسك بما أنت عليه وانبت على ما أنت عليه ثم كأنه أذن لى في الخروج فخرجت من ذلك القصر فالتفت خلفي فإذا أنا بعثمان بن عفان وهو خارج من ذلك القصر يقول الحمد لله الذي نصرنى وإذا علي بن أبى طالب في أثره خارج من ذلك القصر وهو يقول الحمد لله الذي غفر لى

Artinya : Dan berkata Muzahim, pembantu Umar bin Abdul ‘Aziz menyebutkan dari fathimah binti Abdul malik, istri Umar bin Abdul Aziz, dia berkata, suatu malam Umar bin Abdul ‘Aziz terbangun, lalu dia berkata, “Aku baru saja mimpi yang mengagumkan, mimpi apakah itu? Tanya istri Umar, Umar berkata, Aku tidak akan menceritakannya kepadamu kecuali setelah tiba waktu pagi. Ketika waktu subuh, dia bangun dan shalat, lalu kembali ketempat duduknya. Istri Umar menuturkan, kugunakan kesempatan itu untuk mendekatinya, lalu kutanyakan, beritahukanlah tentang mimpimu semalam, Umar berkata, Aku bermimpi seakan-akan aku diangkat kesuatu tanah yang luas dan hijau, yang seakan-akan itu merupakan permadani yang hijau. Disana ada sebuah istana berwarna putih yang sepertinya terbuat dari perak. Kemudian ada seseorang yang keluar dari dalam istana itu sambil berseru dengan lantang, Mana Muhammad bin Abdulllah bin Abdul Mutholib? Mana Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam? Maka muncul Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam lalu masuk kedalam istana itu. Kemudian ada orang lain yang keluar dari istana dan berseru dengan suara lantang, Mana Abu Bakar as Shidiq? Mana Abu Qahafah, Maka Abu Bakar muncul lalau masuk kedalam istana. Kemudain ada orang lagi yang keluar dari istana dan berseru, Mana Umar bin Khattab? Maka muncul Umar bin Al Khottab lalu masuk kedalam istana. Kemudian ada orang lain lagi keluar dari istana dan berseru, Mana Ustman bin Affan? Maka Usman bin Affan muncul lalu masuk kedalam istana itu. Kemudian ada orang lain lagi yang keluar dari istana itu dan berseru Mana Ali bin Abu Thalib? Maka dia muncul lalu masuk kedalam istana, kemudian ada orang lain lagi keluar dari istana dan berseru Mana Umar bin Abdul Aziz? Lalu Umar berkata, Maka aku bangkit hingga aku masuk kedalam istana. Kau mendekat kearah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang di sebutkan tadi ada di sekeliling beliau. Aku bertanya-tanya di dalam hati, di sebelah mana aku harus duduk ? maka kupuruskan unutk duduk disebelah Umar bin Al Khattab. Ketika aku sedang memeriksa ternyata Abu Bakar ada di sebelah kanan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan di sebelah Abu Bakar ada satu orang lagi, aku bertanya siapakah orang yang ada di antara Abu Bakar dan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam itu? Ada yang menjawab, Dia adalah Isa bin Maryam. Tiba-tiba adaya yang berbisik kepadaku, namun antaradiriku dan dirinya ada pembatas yang berupa cahaya, Wahai Umar bin Abdul Aziz, pegangilah apa yang ada pada dirimu selama ini dan teguhkanlah hatimu padanya. Kemudian seakan-akan dia mengizinkan aku untuk keluar. Maka akupun keluar dari istana itu, Aku menoleh kebelakang yang ternyata Usman bin Affan juga ikut keluar dari sana, seraya berkata, segala puji bagi Allah yang telah menolongku, Kulihat Ali bin Abi Thalib juga keluar dari istana seraya berkata, segala puji bagi Allah yang telah mengampuni aku.”

2. وقال سعيد بن أبى عروبة عن عمر بن عبد العزيز رأيت رسول الله وأبو بكر وعمر جالسان عنده فسلمت فبينا أنا جالس إذ أتى بعلي ومعاوية فأدخلا بيتا وأجيف عليها الباب وأنا أنظر فما كان بأسرع من أن خرج على وهو يقول قضى لى ورب الكعبة وما كان بأسرع من أن خرج معاوية على أثره وهو يقول غفر لي ورب الكعبة

Artinya: Dan berkata Sa’id bin Abu Urubah menuturkan dari Umar bin Abdul Aziz dia berkata, Aku mimpi bertemu Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam sementara Abu Bakar dan Umar duduk di sisi beliau. Aku mengucapkan salam lalau ikut duduk. Ketika aku sedang duduk muncul Ali dan Mu’awiyah, lalu keduanya di masukan kedalam satu rumah yang pintunya tetap terbuka sehingga aku bisa melihat. Tak seberapa lama berselang Ali keluar dari rumah seraya berkata, Aku telah di beri keputusan oleh Rabbul Ka’bah. Tak seberapa lama kemudian Mu’awiyah juga keluar dari rumah itu seraya berkata, Aku telah diampuni rabbul ka’bah.

3. Abdul Malik bin Itab Al Laitsy berkata, Aku bermimpi bertemu Amir bin Qais di dalam tidur, Aku bertanya kepadanya, Apa yang di perbuat Allah terhadap dirimu, dia berkata Allah mengampuni dosaku, dengan apa Dia mengampunimu? Tanya Abdul Malik. Amir bin Qais berkata, dengan shalat dan Puasa, Abdul Malik bertanya, Apakah engkau melihat manshur bin Zandan, Amin bin Qais menjawab, sama sekali tidak, tapi kami melihat istananya dari kejauhan.
4. Murrah al Hamdzany biasa sujud lama, sehingga tanah-tanah mengusamkan keningnya. Setelah dia meninggal dunia, ada sesorang dari keluarganya mimpi bertemu dengannya, dan bekas sujudnya iu seperti bintang kejora, keluarganya itu bertanya, Apakah bekas yang menempel di keningmu itu? Dian menjawab, bekas sujud karena pengaruh tanah itu di beri cahaya, Dimana martabatmu di akhirat, Murrah menjawab, Di martabat yang paling baik, suatu tempat yang penghuninya tidak berpindah dan mati.
5. Al Ajlah berkata, Aku bermimpi bertemu Salamah bin Kuhail di dalam tidur, lalu kutanyakan kepadanya, Apakah Amal yang paling utama menurutmu?, Dia menjawab Sholat Malam.

Dan sebenarnya masih banyak lagi riwayat tentang bertemunya ruh orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal dunia. Dari beberapa riwayat tersebut diatas baik Umar bin Abdul Aziz yang bertemu Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya dan juga pertumuan ruh antara yang masih hidup dan yang telah meninggal diantara para salafus shaleh, tidak menyebutkan suatu syariat atau perkara baru, seperti Mimpinya Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Tijani yang bertemu Nabi dengan membawa Sholawat Fatih sebagai shalawat terbaru yang harus di yakini oleh para pengikutnya bahwa Sholawat Fatih ini adalah Firman Allah.

Saya khawatir hal ini hanya suatu kedustaan, karena jika di katakan sholawat Fatih ini adalah Kalam Allah maka hal ini adalah sesuatu yang berlebihan dan benar-benar telah melampau batas terhadap syari’at agama yang telah sempurna ini.

Ada satu riwayat semoga pak Kyai dan para pengikut tijaniyah ini mengkaji dan meneliti lebih jauh tentang Syaikh Ahmad ini,

وعن أبي الأسقع واثلة بن الأسقع رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : إنَّ من أعظَم الفَرى أن يَدَّعِي الرَّجُلُ إلى غَيْرِ أبِيه ، أوْ يُري عَيْنهُ مَالم تَرَ ، أوْ يقولَ على رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَا لَمْ يَقُلْ. رواه البخاري

Artinya: Dan dari Abi Al Asqo’ Wastilah bin Al Asqo’, r.a, ia berkata, bersabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya sebesar-besarnya pendustaan ialah seseorang mengakui turunan yang bukan turunan ayahnya, atau berdusta dengan matanya apa yang tidak dia lihat (dalam mimpi), atau dia berkata atas nama Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam apa yang tidak di sabdakan oleh dia (Rasulullah). (HR Bukhory, Riyadhus Sholihin oleh Imam Nawawi bab باب الرؤيا وما يتعلق بها hadist no. 844)

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al Israa’ : 85)

Kesimpulan:

Bahwa mimpi adalah sesuatu yang pasti bagi setiap manusia akan merasakannya, begitu pula mimpi bertemu dengan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, dan setiap mu’min jika di kehendaki Allah pasti akan mimpi bertemu Rasulullah.

Riwayat Umar bin Abdul Aziz tersebut diatas ketika mimpi bertemu Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak membawa perkara terbaru. Diantara mimpi Umar bin Abdul Aziz ini ada bisikan “Wahai Umar bin Abdul Aziz, pegangilah apa yang ada pada dirimu selama ini dan teguhkanlah hatimu padanya”. Bisikan ini mengisyaratkan beliau diperintah untuk memegang apa yang ada pada dirinya selama ini dan meneguhkan hatinya. Kita tahu siapa Umar bin Abdul aziz ini, dia adalah seorang tabi’in, dibawah masa kehalifahannya beliau sangatlah arif, pembela Al qur’an dan sunnah, hingga beliau lah yang memerintahkan kepada para penghafal hadist untuk di bukukan dan dia ikut serta dalam pembukuan tersebut, hal ini dilakukan karena khawatir sunnah akan lenyap dan menyusupnya pemalsuan terhadapnya.

Tidaklah mungkin ketika seseorang bertemu Rasulullah dalam mimpinya kemudian dari hasil mimpinya tersebut ada perkara yang baru dalam dien ini, seperti sholawat fatih tersebut. Sesungguhnya Allah berfirman “Pada Hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam sebagai Agamamu.” (Al-Maidah: 3) dan Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.(Al Maidah : 67).

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: