//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Masalah 20 Membenci kelompok Tijaniyah, maka dia bisa mati secara kafir

Pada hal 146 tertulis, Syaikh Ahmad bin Muhammad al Tijani memberikan petunjuk kepada para sahabatnya dan berkata ” sesungguhnya siapa yang mengambil wirid/zikir kami, mendengar akan jaminan dan janji yang ada di dalamnya, yaitu masuk surga tanpa perhitungan/hisab dan siksa, tetapi dia beranggapan bahwa maksiat tidak berbahaya, kemudian membiarkan dirinya terseret nafsunya dalam maksiat kepada Allah serta merasa aman dari tuntutan dan siksa Allah, maka Allah akan menjadikan hatinya membenci kelompok kami, ketika ia membenci kelompok kami, maka dia bisa mati secara kafir

Tanggapan: Sudahlah pasti bahwa setiap insan yang bermaksiat kepada Allah tidak akan lepas dari azab Allah baik di dunia maupun di akhirat kelak dikarenakan perbuatan buruk mereka dan dosa-dosa mereka, Allah berfirman “Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (Al Araaf : 100).

Dalam ayat ini bahwa jika Allah menghendaki akan mengazab suatu negeri/penduduk dikarenakan dosa-dosa manusia kepada-Nya. Dan Allah akan mengunci mati hati mereka yang berbuat dosa sehingga mereka tidak dapat mendengar pelajaran lagi.

Di ayat ini (Al Araaf : 100) Allah SWT tidak berfirman seperti yang di katakan Syaikh Ahmad Tijani mengenai “maka Allah akan menjadikan hatinya membenci kelompok kami (Tijaniyah), ketika ia membenci kelompok kami, maka dia bisa mati secara kafir”.

Akan tetapi Allah berfirman “Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?”, sungguh kata-kata Syaikh Ahmad tersebut tidak bisa di benarkan menurut ayat ini.

Mengatakan seseorang akan mati secara kafir jika membenci kelompok Tijaniyah ini merupakan perkatan yang teramat batil dan hanya berdasarkan hawa nafsu semata tanpa didukung oleh dalil yang sahih baik Al quran maupun sunnah.

Mungkin hadist ini bisa di pertimbangkan oleh Pak Kyai dan para pengikut tijaniyah ini, Diriwayatkan dari Abu Zar r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ….Barang siapa mengatakan seseorang dengan kata kafir atau menyatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada dirinya. (HR Bukhori pada Kitab Sifat-sifat terpuji No. 3246, HR Muslim pada Kitab Iman no. 93)

Kesimpulan:

Perkataan Syaikh Ahmad mengenai “maka Allah akan menjadikan hatinya membenci kelompok kami (Tijaniyah), ketika ia membenci kelompok kami, maka dia bisa mati secara kafir”. Adalah kata-kata yang batil dan tidak berlandaskan Al Qur’an dan sunnah rasulullah-sholallahu ‘alaihi wasallam. Dan perkataan ini sebaiknya di tolak.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: