//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Masalah 7 Jaminan-jaminan mengikuti tarekat tijaniyah

Pada hal 52-53, tertulis …….Bagi seseorang yang mengikuti tarekat tijaniyah ini akan di berikan jaminan,  beberapa jaminan tersebut akan mendapatkan, diantaranya No# 8 Derajad kewalian ketika meninggal, No# 9 Keamanan pada hari kiamat, No# 10 Jaminan masuk surga tanpa hisab,

Semua jaminan tersebut tentunya akan di peroleh jika sesorang telah memenuhi syarat dan kewajibannya. Dan diantara syarat dan kewajiban tersebut diantaranya

No# 2 Mendapat izin dari ibu bapak dan suami, No# 3 Guru (muqadam, khalifah) yang memberi ijazah dan mentalkin/membai’at telah mendapat izin Syaikh Ahmad bin Muhammad Tijani dan penerusnya, No#4 harus lepas dari wirid lain, selain gurunya.

Tanggapan: Adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dengan akal sehat bilamana jaminan mengikuti tarekat tijaniyah ini akan mendapatkan derajad kewalian, masuk surga tanpa hisab dan juga mendapatkan keamanan pada hari kiamat dengan ketentuan untuk masuk tarekat ini harus ada ijin orang tua dan suami, Guru (muqadam, khalifah) yang memberi ijazah dan mentalkin/membai’at telah mendapat izin Syaikh Ahmad bin Muhammad Tijani dan penerusnya dan juga harus lepas dari wirid lain.

Apakah bila kita mengikuti sunnah rasulullah harus ada izin dari siapapun dan juga harus lepas dari wirid yang lain, atau guru yang mengajarkan sunnah Rasulullah harus mendapat izin dari rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ? jawabnya adalah TIDAK

Allah menyatakan dalam firmannya:

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (An-Nur 52)

Dan barangsiapa di antara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia.(al Ahzab : 31)

…….Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih. (Al Fath  17).

Dan juga sabda Nabi Shalalallahu ‘alaihi wassalam, sebagai berikut

Abdullah bin Umar r.a berkata: Kami telah berjanji setia kepada Rasulullah Shalalallahu ‘alaihi wasallam untuk tunduk dan taat. Rasulullah bersabda kepadaku (Abdulah bin Umar): yaitu sekadar yang kamu mampu. (HR Bukhori , Kitab Ahkam no. 6662, Muslim pada Kitab Pemerintahan No. 3472)

Rasulullah tidak memberikan jaminan derajad kewalian, masuk surga tanpa hisab, keamanan pada hari kiamat dengan syarat dan ketentuan yang tidak masuk akal seperti syarat dan ketentuan yang telah di tulis oleh pak Kyai untuk mengikuti tarekat tijaniyah ini (pada hal 52-53 tersebut)

Mungkin Pak Kyai harus memperhatikan siapa yang seharusnya dapat memberikan jaminan, yaitu Allah, seperti riwayat ini: dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Allah akan memberi jaminan kepada orang-orang yang keluar (berjuang) di jalanNya. Sesungguhnya orang yang keluar untuk berjihad hanya kerana iman dan ikhlas kepada Allah, maka Allahlah yang akan memberi jaminan untuk memasukkannya ke dalam Syurga atau akan mengembalikannya semula ke rumah, beliau juga keluar dengan memperolehi pahala atau harta rampasan. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaanNya. Pada setiap bahagian tubuh yang terluka di jalan Allah akan diperlihatkan olehNya pada Hari Kiamat. Ketika beliau terluka warna darah dan baunya adalah seperti minyak kasturi. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaanNya, jika peperangan itu memang tidak berat bagi kaum muslimin, tentunya aku tidak akan meninggalkan pasukan yang turut berperang pada jalan Allah tetapi aku sendiri tidak mampu memberikan kenderaan kepada mereka dan keadaan mereka sendiri juga seperti diriku yang tidak mampu. Mereka sendiri sebenarnya masih merasa keberatan dan tidak dapat berangkat bersamaku. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaanNya. Sesungguhnya aku lebih suka seandainya aku berperang di jalan Allah lalu terbunuh, lalu aku dihidupkan kemudian berperang lagi dan terbunuh, kemudian aku dihidupkan dan berperang lagi dan akhirnya terbunuh lagi. (HR Bukhori, Kitab Permusuhan No. 2235, HR Muslim Kitab Kelebihan No. 4376)

Kesimpulan:

Allah mensyaratkan bahwa jika ingin masuk syurga maka haruslah taat kepada Allah dan rasul-nya, dan mengerjakan amal shaleh maka ia akan memperoleh

  1. Kemenangan (An-Nur 52), Mendapat petunjuk. (An Nur : 54), Mendapat rahmat (An Nur : 56)
  2. Pahala dua kali lipat dan rizqi yang mulia ((al Ahzab : 31))
  3. Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (Al Fath : 17).

Dan ketaatan tersebut sesuai kemampuan kita seperti hadist tersebut diatas, yaitu sekadar yang kamu mampu. (HR Bukhori , Kitab Ahkam no. 6662, Muslim pada Kitab Pemerintahan No. 3472).

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: