//
you're reading...
Tafsir Tematik

PERUMPAMAAN-PERUMPAAN AL QURAN TENTANG ORANG MUNAFIQ

أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرُوُاْ الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ 16. مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَاراً فَلَمَّا أَضَاءتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لاَّ يُبْصِرُونَ 17 صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَرْجِعُونَ 18 أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاء فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصْابِعَهُمْ فِي آذَانِهِم مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ واللّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ 19 يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ  أَبْصَارَهُمْ  كُلَّمَا  أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ  قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 20

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk (16) Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (17) Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar (18) atau seperti (orangorang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19),  Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (20).

Penjelasan

قَالَ السُّدِّيّ فِي تَفْسِيره عَنْ أَبِي مَالِك وَعَنْ أَبِي صَالِح عَنْ اِبْن عَبَّاس وَعَنْ مُرَّة عَنْ اِبْن مَسْعُود مِنْ الصَّحَابَة  { أُولَئِكَ الَّذِينَ اِشْتَرَوْا الضَّلَالَة بِالْهُدَى }  قَالَ أَخَذُوا الضَّلَالَة وَتَرَكُوا  الْهُدَى  وَقَالَ اِبْن إِسْحَاق عَنْ مُحَمَّد بْن أَبِي مُحَمَّد عَنْ عِكْرِمَة أَوْ سَعِيد بْن  جُبَيْر  عَنْ اِبْن عَبَّاس  { أُولَئِكَ  الَّذِينَ اِشْتَرَوْا الضَّلَالَة بِالْهُدَى } أَيْ الْكُفْر بِالْإِيمَانِ

Berkata As Suudi dalam tafsirnya, dari Abi Malik, dan dari Abi Shalih, dari Ibnu Abbas, dan dari Marrah, dari Ibnu Mas’ud dari para sahabat Nabi saw,  Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk” ia berkata, yaitu mereka mengambil kesesatan dan meninggalkan petunjuk, dan berkata Ibnu Ishaq dari Mujahid bin Abi Muhammad dari ‘Ikrimah atau Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk” yaitu Kufur terhadap keimanan.

وَقَالَ مُجَاهِد آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا وَقَالَ قَتَادَة : اِسْتَحَبُّوا الضَّلَالَة عَلَى الْهُدَى . وَهَذَا الَّذِي قَالَهُ قَتَادَة يُشْبِهُهُ فِي الْمَعْنَى قَوْله تَعَالَى فِي ثَمُود [ فَأَمَّا ثَمُود فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى ] .

Dan berkata Mujahid, mereka beriman kemudian mereka kafir, dan berkata Qatadah, mereka menyukai kesesatan daripada petunjuk. Dan perkataan Qatadah ini seperti mkana friman Allah Ta’ala kepada kaum Tsamud “Maka adapun kaum Tsamud, maka mereka telah kami beri petunjuk, tetapi mereka menyukai kesesatan daripada petunjuk.” (Fushilat: 17)

Maka karena mereka telah membeli kesesatan dengan petunjuk, Allah Ta’ala berfirman

{ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتهمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ }  أَيْ  مَا  رَبِحَتْ  صَفْقَتهمْ  فِي هَذِهِ  الْبَيْعَة وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ أَيْ رَاشِدِينَ فِي صَنِيعهمْ ذَلِكَ . وَقَالَ اِبْن جَرِير حَدَّثَنَا بَشِير حَدَّثَنَا يَزِيد  حَدَّثَنَا  سَعِيد عَنْ قَتَادَة { فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتهمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ} قَدْ وَاَللَّه رَأَيْتُمُوهُمْ خَرَجُوا مِنْ الْهُدَى إِلَى الضَّلَالَة وَمِنْ الْجَمَاعَة إِلَى الْفُرْقَة وَمِنْ الْأَمْن إِلَى الْخَوْف وَمِنْ السُّنَّة إِلَى الْبِدْعَة.

“Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk” (16), yaitu tidaklah beruntung akad jual beli mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk, yaitu petunjuk dalam perbuatan mereka yang demikian. Dan berkata Ibnu Jarir, menceritakan kepada kami Basyir, menceritakan kepada kami Yazid, menceritakan kepada kami Sa’id dari Qotadah, “maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk” Sesungguhnya Allah melihat mereka keluar dari petunjuk kepada kesesatan, dari persatuan kepada bergolong-golongan, dan dari rasa aman kepada ketakutan, dari sunnah kepada bid’ah.

وَحَدَّثَنِي يُونُس بْن عَبْد الْأَعْلَى , قَالَ : أَخْبَرَنَا ابْن وَهْب , قَالَ :  حَدَّثَنِي عَبْد الرَّحْمَن بْن زَيْد فِي قَوْله : { مَثَلهمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا } إلَى آخِر الْآيَة . قَالَ : هَذِهِ صِفَة الْمُنَافِقِينَ , كَانُوا قَدْ آمَنُوا حَتَّى أَضَاءَ الْإِيمَان فِي قُلُوبهمْ كَمَا أَضَاءَتْ النَّار لِهَؤُلَاءِ الَّذِينَ اسْتَوْقَدُوا ثُمَّ كَفَرُوا , فَذَهَبَ اللَّه بِنُورِهِمْ

Dan menceritakan kepada kamiYunus bin Abdul A’la, ia berkata, mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab, ia berkata menceritakan kepadaku ‘Abdur Rahman bin Zaid, pada fimran Allah Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api” hingga akhir ayat, ia berkata Ini merupakan sifat kaum munafik, yang mereka sesungguhnya telah beriman hingga menerangi keimanan pada hati mereka, sebagaimana api menerangi orang-orang disekelilingnya, kemudian mereka kafir maka Allah menghilangkan cahaya mereka.

حَدَّثَنِي أَبِي سَعِيد بْن مُحَمَّد , قَالَ :  حَدَّثَنِي عَمِّي عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدّه عَنْ ابْن عَبَّاس قَوْله : { مَثَلهمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا } إلَى :  { فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ } ضَرَبَهُ اللَّه مَثَلًا لِلْمُنَافِقِ , وَقَوْله  : { ذَهَبَ اللَّه بِنُورِهِمْ } قَالَ : أَمَّا النُّور فَهُوَ إيمَانهمْ الَّذِي يَتَكَلَّمُونَ بِهِ . وَأَمَّا الظُّلْمَة : فَهِيَ ضَلَالَتهمْ وَكُفْرهمْ , يَتَكَلَّمُونَ بِهِ وَهُمْ قَوْم كَانُوا عَلَى هُدًى ثُمَّ نَزَعَ مِنْهُمْ فَعَتَوْا بَعْد ذَلِكَ .

Menceritakan kepadaku Sa’id bin Muhammad, ia berkata menceritakn kepadaku ‘Ammi dari bapaknya dari neneknya dari Ibnu Abbas, firman Allah “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api”, hingga “maka mereka tidak dapak kembali” yaitu Allah memberikan contoh permisalan kepada orang munafik, dan firman-Nya “Allah menghilangkan cahaya mereka”, ia berkata, adapun yang dimaksud dengan cahaya maka itu adalah keimanan mereka yang mereka itu mengatakan denganya, dan adapun yang dimaksud dengan kegelapan ialah kesesatan mereka dan kekufuran mereka yang mereka mengatakan dengannya, dan (pada awalnya) mereka merupakan suatu kaum yang mereka itu berada atas petunjuk, kemudian mereka menghilangkan petunjuk tersebut maka mereka menjadi angkuh setelah yang demikian.

Kemudian Allah berfirman

{وَتَرَكَهُمْ فِي الظُّلُمَات} وَهُوَ مَا هُمْ فِيهِ مِنْ الشَّكّ وَالْكُفْر وَالنِّفَاق { لَا يُبْصِرُونَ } لَا يَهْتَدُونَ إِلَى سَبِيل خَيْر وَلَا يَعْرِفُونَهَا

“Dan membiarkan mereka dalam kegelapan”, dan hal ini apa-apa yang ada pada mereka yaitu dari keragu-raguan, kekufuran dan kemunafikan, “tidaklah mereka dapat melihat (17) , yaitu tidaklah mereka mendapat petunjuk kepada jalan kebaikan dan mereka tidak mengetahuinya.

عَنْ عِكْرِمَة أَوْ عَنْ سَعِيد بْن جُبَيْر , عَنْ ابْن عَبَّاس :  { صُمّ بُكْم عُمْي }  عَنْ الْخَيْر, عَنْ عَلِيّ بْن أَبِي طَلْحَة ,  عَنْ ابْن عَبَّاس :  { صُمّ بُكْم عُمْي }  يَقُول : لَا يَسْمَعُونَ الْهُدَى ,  وَلَا يُبْصِرُونَهُ وَلَا يَعْقِلُونَهُ, حَدَّثَنَا يَزِيد بْن زُرَيْع , عَنْ سَعِيد , عَنْ قَتَادَةَ قَوْله : { صُمّ بُكْم عُمْي } : صُمّ عَنْ الْحَقّ فَلَا يَسْمَعُونَهُ , عُمْي عَنْ الْحَقّ فَلَا يُبْصِرُونَهُ , بُكْم عَنْ الْحَقّ فَلَا يَنْطِقُونَ بِهِ

Dari ‘Ikrimah atau dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas Mereka tuli, bisu dan buta” dari kebaikan. Dari ‘Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas Mereka tuli, bisu dan buta, ia berkata : mereka tidak mendengarkan petunjuk, dan tidak bisa melihatnya serta tidak berakal. Menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’, dari Sa’id, dari Qatadah, firman Allah “Mereka tuli, bisu dan buta”, yaitu mereka tuli dari kebenaran maka tidaklah mereka bisa mendengarkannya,  mereka buta dari kebenaran maka tidaklah mereka dapat melihatnya, mereka bisu dari kebenaran maka tidaklah mereka bisa berbicara.

عَنْ أَبِي مَالِك , وَعَنْ أَبِي صَالِح , عَنْ ابْن عَبَّاس , وَعَنْ مُرَّة , عَنْ ابْن مَسْعُود , وَعَنْ نَاس مِنْ أَصْحَاب النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ } إلَى الْإِسْلَام

Dari Abi Malik, dan dari Abi Shalih, dari Ibnu Abbas dan dari Marrah, dari Ibnu Mas’ud dan dari Anas dari para sahabat Rasulullah saw, Firman Allah “Maka tidaklah mereka kembali” yakni kembali kepada Islam.

عَنْ مُحَمَّد بْن إسْحَاق , عَنْ مُحَمَّد بْن أَبِي مُحَمَّد مَوْلَى زَيْد بْن ثَابِت , عَنْ عِكْرِمَة , أَوْ عَنْ سَعِيد بْن جُبَيْر , عَنْ ابْن عَبَّاس : { فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ } : أَيْ فَلَا يَرْجِعُونَ إلَى الْهُدَى وَلَا إلَى خَيْر

Dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad Maula Zaid bin Tsabit, dai ‘Ikrimah, atau dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, firman Allah “Tidaklah mereka kembali”(al Baqarah 18) yakni maka tidaklah mereka kembali kepada  petunjuk dan tidak pula kepada kebaikan.

{ أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ  الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ :19} هَذَا مَثَلٌ آخَر ضَرَبَهُ اللَّهُ تَعَالَى لِضَرْبٍ آخَر مِنْ الْمُنَافِقِينَ وَهُمْ قَوْم يَظْهَر لَهُمْ الْحَقّ تَارَة وَيَشُكُّونَ تَارَة أُخْرَى فَقُلُوبهمْ فِي حَال شَكّهمْ وَكُفْرهمْ وَتَرَدُّدهمْ ” كَصَيِّبٍ ” وَالصَّيِّب الْمَطَر قَالَهُ اِبْن مَسْعُود وَابْن عَبَّاس وَنَاس مِنْ الصَّحَابَة وَأَبُو الْعَالِيَة وَمُجَاهِد وَسَعِيد بْن جُبَيْر وَعَطَاء وَالْحَسَن الْبَصْرِيّ وَقَتَادَة وَعَطِيَّة الْعَوْفِيّ وَعَطَاء الْخُرَاسَانِيّ وَالسُّدِّيّ وَالرَّبِيع بْن أَنَس . وَقَالَ الضَّحَّاك : هُوَ الْمَطَر نَزَلَ مِنْ السَّمَاء فِي حَال ظُلُمَات وَهِيَ الشُّكُوك وَالْكُفْر وَالنِّفَاق وَرَعْد وَهُوَ مَا يُزْعِج الْقُلُوب مِنْ الْخَوْف فَإِنَّ مِنْ شَأْن الْمُنَافِقِينَ الْخَوْف الشَّدِيد وَالْفَزَع كَمَا قَالَ تَعَالَى ” يَحْسَبُونَ كُلّ صَيْحَة عَلَيْهِمْ “. { وَالْبَرْق } هُوَ مَا يَلْمَع فِي قُلُوب هَؤُلَاءِ الضَّرْب مِنْ الْمُنَافِقِينَ فِي بَعْض الْأَحْيَان مِنْ نُور الْإِيمَان وَلِهَذَا قَالَ ” يَجْعَلُونَ أَصَابِعهمْ فِي آذَانهمْ مِنْ الصَّوَاعِق حَذَرَ الْمَوْت وَاَللَّه مُحِيط بِالْكَافِرِينَ” أَيْ وَلَا يُجْدَى عَنْهُمْ حَذَرُهُمْ شَيْئًا لِأَنَّ اللَّه مُحِيط بِقُدْرَتِهِ وَهُمْ تَحْت مَشِيئَته وَإِرَادَته كَمَا قَالَ ” هَلْ أَتَاك حَدِيث الْجُنُود فِرْعَوْن وَثَمُود بَلْ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيب وَاَللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ ” بِهِمْ .

“Atau seperti (orangorang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19).” Ayat ini merupakan perumpamaan lain yang  Allah mencontohkannya kepada orang-orang munafiq, dan mereka adalah suatu kaum yang suatu waktu menampakan kebenaran, dan diwaktu yang lain menampakan keragu-raguan, maka keadaan hati mereka yang dalam keragu-raguan, kekafiran, dan kebimbangan adalah “Seperti hujan lebat”.

[َاَالصَّيِّب] adalah hujan, berkata Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan Anas dari para sahabat dan Abu ‘Aliyah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, ‘Atha, Hasan al Bashri, Qatadah, ‘Athiyah al ‘Auf, Atha al Khurasani, As Suddi, Ar Rabbi bin Annas, dan berkata adh Dhahaq, dia adalah hujan yang turun dari langit yang disertai keadan yang gelap, dan hal ini diumpamakan seperti keragu-raguan, kekafiran, dan kemunafikan. Dan [وَرَعْد]/guruh, dan hal ini diumpamakan seperti gejolak hati dari rasa takut, karena sesungguhnya keadaan orang-orang munafik ini sangat ketakutan dan kaget, sebagaimana Allah berfirman ” Mereka menduga bahwa setiap teriakan yang keras itu menimpa mereka” (al Munafikun: 4)

Dan kilat yaitu apa-apa yang berkelebat didalam hati yang menimpa semua orang-orang munafik yang terkadang merupakan sebagian cahaya keimanan, dan karena itu Allah berfirman “mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19).” Yaitu dan tidaklah berguna ketakutan mereka itu sedikitpun karena sesungguhnya Allah meliputi mereka dengan kekuasaan-Nya, dan mereka berada dibawah kehendak dan iradah-Nya, sebagaimana Allah berfirman “Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, yaitu kaum Fir’aun dan kaum tsamud? Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. (Al Buruuj: 17 – 20).

ثُمَّ قَالَ { يَكَاد الْبَرْق يَخْطَف أَبْصَارهمْ } َقَالَ عَلِيّ بْن أَبِي طَلْحَة عَنْ اِبْن عَبَّاس ” يَكَاد الْبَرْق يَخْطَف أَبْصَارهمْ ” يَقُول يَكَاد مُحْكَم الْقُرْآن يَدُلّ عَلَى عَوْرَات الْمُنَافِقِينَ,  وَقَالَ مُحَمَّد بْن إِسْحَاق عَنْ مُحَمَّد بْن أَبِي مُحَمَّد عَنْ عِكْرِمَة أَوْ سَعِيد بْن جُبَيْر عَنْ اِبْن عَبَّاس { كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا } أَيْ يَعْرِفُونَ الْحَقّ وَيَتَكَلَّمُونَ بِهِ فَهُمْ مِنْ قَوْلهمْ بِهِ عَلَى اِسْتِقَامَة فَإِذَا اِرْتَكَسُوا مِنْهُ إِلَى الْكُفْر قَامُوا أَيْ مُتَحَيِّرِينَ  وَهَكَذَا قَالَ أَبُو  الْعَالِيَة وَالْحَسَن  الْبَصْرِيّ وَقَتَادَة وَالرَّبِيع بْن أَنَسوَالسُّدِّيّ بِسَنَدِهِ عَنْ الصَّحَابَة وَهُوَ أَصَحّ

Kemudian Allah berfirman “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Berkata Ali bin Abi Thalhah daro Ibnu Abbas, “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka” hampir-hampir saja penetapan al Qur`an membukakan keburukan orang-orang munafik, dan berkata Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari ‘Ikrimah atau Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, firman Allah “Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti” yaitu ketika mereka mengetahui kebenaran dan mengatakan denganya, maka mereka dapat berjalan lancar, maka apabila mereka kembali kepada kekafiran mereka berhenti yaitu mereka dalam kebingungan. Dan ini merupakan perkataan Abu ‘Aliyah, Hasan Al Bashri, Qatadah, Arrabi bin Anas, As Suddi, dengan sanad dari para sahabat Nabi saw dan in adalah sahih.

قَالَ مُحَمَّد بْن إِسْحَاق حَدَّثَنِي مُحَمَّد بْن أَبِي مُحَمَّد عَنْ عِكْرِمَة أَوْ سَعِيد بْن جُبَيْر عَنْ اِبْن عَبَّاس فِي قَوْله تَعَالَى { وَلَوْ شَاءَ اللَّه لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارهمْ } قَالَ : لِمَا تَرَكُوا مِنْ الْحَقّ بَعْد مَعْرِفَته { إِنَّ اللَّه عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير} قَالَ اِبْن عَبَّاس أَيْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلّ مَا أَرَادَ بِعِبَادِهِ مِنْ نِقْمَة أَوْ عَفْو قَدِير .

Berkata Muhammad bin Ishaq, menceritakan kepadaku Muhammad bin Abi Muhammad dari “ikrimah atau Sa’id bin Jubair dari Ibnu abbas pada firman Allah Ta’ala “Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka” ia berkata tatkala mereka meninggalkan kebenaran setelah mengetahuinya. “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (20)” berkata Ibnu Abbas yaitu sesungguhnya Allah atas segala apa-apa yang dikehendaki terhadap hambanya dari azab dan ampunan adalah Maha berkuasa.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: