//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Syubhat Tarekat Tijaniyah – Masalah 3

Pada hal 45 tertulis, Bagi orang yang hendak masuk tarekat tijaniyah tidak perlu merasa khawatir adanya tuntutan. Dia terbebas dari tiap mudharat (bahaya) yang akan menimpanya, didunia dan di akherat. Ini adalah jaminan dan janji Rasulullah Saw kepada Syaik Ahmad bin Muhammad Al Tijani.

Tanggapan: Ada dua hal yang perlu saya kritik, diantaranya:

  1. Bagi orang yang hendak masuk tarekat tijaniyah tidak perlu merasa khawatir adanya tuntutan. Dia terbebas dari tiap mudharat (bahaya) yang akan menimpanya, didunia dan di akherat
  2. Masalah jaminan dan janji Rasulullah Saw kepada Syaik Ahmad bin Muhammad Al Tijani.

Pembahasan no 1.

Hal ini bertentangan dengan banyak ayat karena setiap orang yang beriman pasti akan di uji tentang keimananya, baik ujian tersebut Ni’mat atau Bahaya, diantara ayat-ayat itu ialah : Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni`mat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi ni`mat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (Az Zumar/39 : 49)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.(Al Baqarah/2 : 214)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al Ankabut/29 : 2),

Dari beberapa ayat ini jelas, bahwa orang beriman ini pasti akan di uji dengan segala hal  baik bahaya, kesengsaraan, kelaparan dan lain sebagainya,

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Albaqarah : 155)

Allah sendirilah yang menyatakan dalam Al Qur’an, bahwa Allah akan menghilangkan suatu bahaya karena do’a hambanya, bukan dengan cara mengikuti tarekat tijaniyah.

(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdo`a kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah). (Al An’am : 41).

Pembahasan no. 2

Jaminan terbebasnya bahaya yang di berikan oleh syaikh Ahmad ini sesuatu yang tidak bisa di jadikan dasar atau jaminan kebenaran dari “bebasnya bahaya di dunia, terlebih lagi di akhirat. Karena hal ini bertentangan dengan beberapa ayat tersebut diatas.

Kesimpulan,

Bahwa untuk terhindar dari bahaya kita harus berdo’a kepada Allah SWT dengan dalil Surat Al An’am : 41 tersebut bukan dengan cara hendak memasuki tarekat. Dan jaminan yang dituliskan oleh pak Kyai tidak bisa di buktikan secara ilmiah dan atas dasar dalil-dalil yang sahih baik dari Al quran mau pun Assunah.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ –

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: