//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Syubhat Tarekat Tijaniyyah – Masalah 2

Pada hal 45 tertulis : “Apabila dia mempunyai ikatan dzikir wajib dengan beberapa guru, maka dia harus melepaskannya dan tidak kembali lagi selama-lamanya. Hal ini adalah merupakan persyaratan bagi setiap orang yang hendak mengambil zikir lazimah sekaligus syarat masuk tarekat Tijaniyah. Analogi yang Rasional : Tidak mungkin seseorang akan menuju suatu tempat dengan dua kendaraan, sebagian badan pada kendaraan yang satu dan sebagian yang lainnya di kendaraan yang lain.”

Tanggapan: Hal ini adalah hal yang menurut saya adalah hal yang aneh, keanehan tersebut karena jika seseorang yang telah memiliki dzikir wajib dengan beberapa guru maka harus di lepaskan. Jika seorang ustadz mengajarkan dzikir berdasarkan hadist-hadits yang sahih dan sesuai sunnah Rasulullah shalalllahu ‘alaihi wa sallam, apakah harus ditinggalkan? Adapun analogi yang di sampaikan oleh Pak Kyai adalah anologi yang sulit di terima akal dan tidak rasional sama sekali.

Allah hanya memerintahkan kepada kita untuk ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, yang berarti semua dzikir harus berasal dari Allah dan rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.(Annur : 52)

…….Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih. (Al Fath : 17).

Kesimpulan:

Dari analisis saya jika sesorang ingin mengambil dzikir lazimah tersebut berarti dia harus melepas dzikir-dzikir yang telah ada dan mengambil dzikir lazimah ini sebagai syarat masuk tarekat tijaniyah, padahal bagi para pengikut ahlus sunnah, maka yang harus di kedepankan adalah dzikir-dzikir dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam terlebih dahulu bukan dari siapapun meskipun pada akhirnya dzikir-dzikir tersebut disesuai-sesuaikan dengan hadist-hadist Rasulullah. Pada kedua ayat tersebut Allah berfirman hanya taat kepada Allah dan Rasulnya saja tidak kepada yang lain jika berkaitan dengan hal ibadah kepada-Nya.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ –

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: