//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Syubhat Tarekat Tijaniyyah – Masalah 4

Pada hal 46 tertulis, Diriwayatkan bahwa shahifah (buku catatan amal) akan di hadapkan kepada Allah swt dan di periksa pada hari jum’at.

Tanggapan: Setelah saya meneliti riwayat seperti ini (bahwa catatan amal akan di hadapkan kepada Allah dan di periksa pada hari Jum’at), ternyata riwayat ini tidak di ketemukan. Adapun riwayat yang di sebutkan Pak Kyai tidak menyebutkan referensi kitabnya, dan ini tidak memenuhi standard ke ilmiahan sebuah buku yang ditulis.

Kita analisis mengenai hal ini,  Allah berfiman :

…………Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (Al Imran :41)

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, (ar Rum : 17)

Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, (Annur : 36)

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al ‘Araf : 205).

Di antara malaikat-malaikat ada yang bertugas mencatat amal perbuatan seluruh manusia. Mereka perhitungkan dalam catatannya secara teliti sekali, kebaikan-kebaikan atau kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang tersebut. Dalam hal ini Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat padanya dari urat lehernya sendiri. Ingatlah ketika disambut oleh dua malaikat penyambut. yang seorang duduk di kanan dan yang seorang lagi duduk di sebelah kiri. Tidak sebuah kata pun yang diucapkan oleh manusia itu, melainkan di dekatnya ada pengawas, yakni malaikat Raqib (pencatat kebaikan) serta Atid (pencatat kejahatan).” (Q.S. Qaf:16-18)

Allah Taala berfirman pula, “Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikat yang mulia sebagai pencatat. Mereka mengetahui apa saja yang kamu semua lakukan.” (Q.S. Al-Infithar:10-12)

Tentang Berdzikir, kita sadari banyak sekali diantara umat muslim pengikut tarekat yang tidak menyadari ayat ini (Al’Araf : 205) bahwa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir/ menyebut-Nya dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan juga dengan tidak mengeraskan suara. Kita ketahui bahwa kebanyakan tarekat jika mereka berdzikir secara berjama’ah mereka menyebut asma’ Allah itu dengan suara yang keras padahal tersebut bertentangan dengan ayat ini.

Adapun hadist sahih di seputar pencatatan amal ini diantaranya:

Dari Abu Musa r.a ia berkata: Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada kami lima perkara dengan bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t itu tidak pernah tidur dan mustahil Dia akan tidur. Dia berkuasa menurunkan timbangan amal dan mengangkatnya. kemudian akan diangkat kepadaNya yaitu dilaporkan segala amalan pada waktu malam sebelum mulai amalan pada waktu siang dan begitu juga amalan pada waktu siang akan diangkat kepadaNya sebelum mulai amalan pada waktu malam. HijabNya adalah Nur. Menurut riwayat Abu Bakar: Api. Andaikata Dia menyingkapkannya, sudah tentu keagungan zatNya akan membakar makhluk yang dipandang olehNya. Artinya: Seluruh makhluk akan terbakar kerana pandangan Allah meliputi seluruh makhluk.(HRBukhori pada Kitab Wudhu, Muslim dalam kitab Iman, Ibnu majah dalam kitab Bersuci)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berganti-gantian dalam mengawasi kamu semua itu antara malaikat yang bertugas malam dengan malaikat yang bertugas siang. Tetapi mereka semua berkumpul (bertemu) di waktu salat subuh dan salat asar, kemudian naiklah malaikat yang semalaman menyertaimu itu, lalu Tuhan bertanya kepada mereka padahal Dia lebih mengetahui tentang keadaan hamba-hamba-Nya itu, “Bagaimanakah ketika kamu semua tinggalkan hamba-hamba-Ku itu?” Mereka menjawab, “Kita meninggalkan mereka di waktu sedang shalat dan kita datangi mereka di waktu sedang Shalat pula.” (HR Bukhori Dalam Kitab Waktu Sholat, dan  Muslim dalam Kitab Masjid dan tempat Sholat).

Pada setiap pagi para hamba Tuhan pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata, ‘Ya Allah! Berikanlah kerusakan terhadap orang yang enggan membelanjakan hartanya (untuk sedekah).’ Sedang yang lainnya berkata, ‘Ya Allah! Berikanlah ganti terhadap orang yang membelanjakan hartanya (untuk kebaikan).”  (Hr Bukhori dalam Kitab zakat dan Muslim dalam Kitab Zakat)

Dan juga Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keutamaan salat jemaah (bersama-sama) melebihi salat sendirian dengan selisih dua puluh lima derajat. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada waktu salat fajar (subuh).” Abu Hurairah lalu mengatakan, “Bacalah sekehendakmu ayat yang artinya, ‘Dan (dirikanlah salat) subuh, sesungguhnya salat subuh disaksikan (oleh malaikat).’” (Q.S. Al-Isra:78)

Kesimpulan:

Bahwa amalan sesorang akan di hadapkan kepada Allah pada waktu sebelum waktu pagi datang dan sebelum waktu malam tiba, mereka para Malaikat siang dan malam berkumpul di waktu Subuh bukan pada hari Jum’at untuk di periksa. Serta malaikat selalu mencatat setiap kebaikan dan kejahatan manusia secara teliti. Seharusnya dalam berdzikir kepada Allah harus dengan merendahkah diri dan penuh rasa takut, serta TIDAK MENGERASKAN SUARA.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ –

Discussion

One thought on “Syubhat Tarekat Tijaniyyah – Masalah 4

  1. Al_Qor’an sudah mewartakan. Tanyakanlah pada (ahli zikir) yang ahlinya. Demikian juga dalam hal tareqat Tijaniah. Orang sering mempersolkan banyak hal. Tapi sayang tidak mau bertanya pada yang membidangi bidang tersebut, maka akhirnya sama seperti orang yang ingin memperbaiki motor honda tapi ia datang kebengkel yamaha, akhirnya apa ?? rusaaaaaaaaak he he he. Bayangkan, Tareqat Tijaniah itu diamalkan oleh mayoritas penduduk Maroko (Fes). Kalau tareqat ini sesat atau syubhat artinya ada sebuah negara yang telah mengamalkan sebuah kesesatan dan kesubhatan. Perlu kita ma’lumi bahwa Maroko itu penduduknya 99% islam dengan jumlah penduduk sekitar 27 juta jiwa. Maaf ya, tidak bermaksud menggurui, tapi hanya berbagi cerita saja, he hehehehehehehehe. e-Mail

    Posted by H Ibrahim Tijani | November 29, 2008, 9:26 am

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: