//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Syubhat Tarekat Tijaniyyah – Masalah 5

Pada hal 46-47 tertulis, Dalam membaca zikir hailalah tidak di batasi dengan jumlah hitungan, yang di jadikan batasan adalah paling sedikit di lakukan satu jam atau lebih banyak yang menyambung dengan tenggelammnya matahari. Apabila tidak bisa di lakukan satu jam, maka zikir hailalah paling sedikit adalah 1000x dan di tambah 600x. Syaikh Al Tijani memberikan Rukhsoh (keringanan) bagi sahabat-sahabatnya di sakhra dalam zikir hailalah jum’at tidak kurang dari 1000.

Tanggapan: Dzikir hailalah ini ialah mengucapkan “Lailahaillallahu”

Adapun yang menjadi tanggapan dalam masalah ini bukan bacaan “Lailaha- illallah” -nya akan tetapi jumlah hitungannya.

Di sinilah mengapa Islam mengalami kemunduran karena pengikut tarekat sendiri  disibukan dengan penentuan-penentuan dzikir yang terlalu banyak hingga mereka tidak berfikir bagaimana memajukan islam dari segi teknologi dan ekonomi karena disibukan oleh dzikirnya..

Seharusnya bagi kita yang menganggap pengikut ahlus sunnah cukuplah dzikir-dzikir dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang kita ambil. Diantara dzikir terbanyak yang pernah di perintahkan oleh rasulullah adalah

Diriwayatkan dari Ali r.i, ia berkata: Fatimah r.a mengeluh sambil mengilas tangannya. Waktu itu beliau mendengar Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam mendapat seorang tawanan yang ingin dijadikan sebagai khadam. Fatimah r.a pergi menemui Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam namun beliau tidak menemui rasulullah, hanya berjumpa Aisyah r.a dan menceritakan maksud kedatangannya. Tatkala Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam pulang, Aisyah r.a terus menceritakan kepada Rasulullah  mengenai kedatangan Fatimah r.a. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam kemudiannya pergi menemui kami. Waktu itu kami sedang berada di tempat tidur, kami bangkit untuk menemui Rasulullah lalu bersabda: Tetaplah di tempat kamu. Rasulullah kemudian duduk di antara kami sehinggalah aku reda dari memarahinya kemudian Rasulullah bersabda: Inginkah kamu aku ajarkan sesuatu yang lebih baik dari permintaan kamu? Apabila kamu berada di tempat tidur masing-masing, kamu hendaklah membaca takbir sebanyak tiga puluh empat kali, tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali dan tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali. Semuanya itu adalah terlebih baik dari seorang khadam. (HR Bukhori Kitab Lima sholat fardhu, Muslim Kitab Dzikir, do’a taubat dan istighfar). Ket. Rasulullah hanya memerintahkan 34X, 33X, dan 33X.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Barang siapa yang membaca: Lailahaillallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala qulli syai in qodir, dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba. Dia juga diampunkan dari seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari syaitan pada hari tersebut hingga ke petang. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik daripadanya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak daripadanya. Manakala mereka membaca: Subhanallah wabihamdihdalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan, (HR Bukhori Kitab permulaan kejadian No. 3050 dan pada Kitab Do’a No. 5926, Muslim Kitab Dzikir, do’a taubat dan istighfar, Tirmidzi Kitab Do’a No. 4857, Ibnu Majah Kitab Etika Hadis No. 3788) Ket : Rasulullah memerintahkan membaca 100X

Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Ansari r.aia berkata: Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: barang siapa yang membaca: Lailahaillallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala qulli syai in qodir sebanyak sepuluh kali dalam sehari, niscaya dia mendapat ganjaran sebagaimana dia memerdekakan empat orang hamba dari putera Nabi Ismail. (HR Bukhori dalam Kitab Do’a dan Muslim Kitab Dzikir, do’a taubat dan istighfar). Ket : Rasulullah memerintahkan 10 X

Dan diantara hadist-hadist bacaan setelah sholat fardhu pun paling banyak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahakan hanya 33X. dan disamping itu pula rasulullah beristigfar (memohon ampun) sebanyak 100X dalam sehari tanpa menyebutjan waktu, apakah sore, pagi, atau malam hari. Maka manakah dzikir yang harus kita ambil.

Jika kita benar-benar mengaku ahlus sunnah sebaiknya kita tinggalkan dzikir hingga lebih dari raustan bahkan hingga 1000X tersebut karena Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah perintahkan berdzikir hingga sebegitu banyak dan hal ini adalah sesuatu yang tertolak dan tidak di dasari oleh hadist yang sahih.

Rasulullah sholallahu ‘laihi wasalam bersabda:

أَخْبَرَتْنِى عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد ٌّ

Mengabarkan kepadaku Aisyah r.a, bahwasannya “Rasulullah saw bersabda: ‘Barang siapa berbuat suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami (Allah dan Rasul-Nya), maka amalan itu tertolak. (HR Bukhori Pada Kitab Perdamaian No. 2499, Muslim pada kitab Keputusan pengadilan باب نَقْضِ الأَحْكَامِ الْبَاطِلَةِ وَرَدِّ مُحْدَثَاتِ الأُمُورِ bab dari ‘Aisyah ra. Dan lih: Syarh Sunnah, karya al-Baghawi, dengan tahqiq Zuhair asy-syawisy dan syu’aib al-Arnauth, 1/211, hadist no.103, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. Lih al-Muntaqa min Kitab at Targhib wa Tarhib, 1/112, hadist no.32 dan Hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam Nawawi dalam empat puluh hadits (atau dikenal dalam Kitab Hadist Arba’in)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadist diatas di dalam kitabnya Shahih Muslim bi Syarah An Nawawi, dia berkata:


قوله صلى الله عليه وسلم  ( من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ) ‏وفي الرواية الثانية : ( من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ) قال أهل العربية : ( الرد )  هنا بمعنى  المردود ,  ومعناه : فهو باطل غير معتد به . ‏وهذا الحديث قاعدة عظيمة من قواعد الإسلام , وهو من جوامع كلمه صلى الله عليه  وسلم فإنه صريح في رد كل البدع والمخترعات .  ‏وفي الرواية الثانية زيادة وهي أنه قد يعاند بعض الفاعلين في بدعة سبق إليها , فإذا احتج عليه بالرواية الأولى يقول : أنا ما أحدثت شيئا فيحتج عليه بالثانية التي فيها التصريح  بر د  كل  المحدثات , سواء  أحدثها  الفا عل  , أو  سبق  بإحداثها
‏‏وفي هذ ا الحد يث  :   دليل لمن يقول من الأصوليين

“Sabda Nabi saw: (Barang siapa yang mengada-adakan dalam agama kami ini, apa-apa yang tidak ada perintahnya maka dia itu tertolak), dan dalam riwayat yang kedua (Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami maka dia itu tertolak).  Berkata Ahli bahasa Arab {الرد} arti kata dalam kedua hadist tersebut adalah “tertolak”. Dan makna kata {الرد} dalam kedua hadist itu adalah “Dia itu batil tanpa batas”. Dan hadist ini merupakan kaidah yang terbesar dari kaidah-kaidah dalam Islam, dan pula kalimah Nabi saw yang mulia. Maka sesungguhnya hadist ini menjelaskan “tertolaknya setiap perbuatan bid’ah dan sesuatu yang diciptakan”. Dan dalam riwayat yang kedua adalah sebagai tambahan bahwa hadist ini sesungguhnya menentang serta dapat mengalahkan perbuatan dalam bid’ah dan menjelaskan tertolaknya setiap yang diada-adakan. Dan dapat merusakan perbuatan yang diada-adakan atau mengalahkan terhadap apa yang diada-adakan. Dan dalam hadist ini merupakan dalil bagi siapa yang berkata tentang peraturan/kaidah ushul dalam beribadah.

Kesimpulan,

Bukanlah bacaan “lailaahaillallahu” yang menjadi permasalahan akan tetapi penentuan banyaknya bacaan yang tidak bersumber dari Rasulullah melalui jalan-jalan/sanad-sanad yang terpecaya sebagaimana kita ketahui dalam banyak kitab-kitab hadist. Dan bilangan bacaan hingga 1000X tersebut adalah sesuatu yang barus dan tidak di perintahkan oleh rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan hal tersebut pasti tertolak dengan dalil hadist yang diriwayatkan dari Aisyah radhiAllahu’anha tersebut.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: