//
you're reading...
Syubhat Tarekat Tijaniyyah

Tarekat Tijaniyyah

Tanggapan terhadap

Buku Tijaniyah Menjawab dengan Kitab dan Sunnah

Karya KH Sholeh Basalamah dan KH Drs. Misbahul Anam MT

Penerbit Kalam Pustaka, Cetakan I Maret 2006

Oleh Ahmad Dani P


Kata Pengantar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ حْدَهُ لا شَرِ يكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدا ًعَبْدُهُ وَرَسُولُه

Amma ba’du.

Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemampuan kepada saya untuk menyelesaikan tanggapan terhadap buku Tijaniyah menjawab dengan Kitab dan sunnah Tanpa karunia itu saya tidak akan mampu untuk mengerjakannnya.

Penulisan ini di latarbelakangi oleh adanya keinginan meluruskan syubhat dan bid’ah-bid’ah yang ada dalam buku tijaniyah ini. Dan juga tiada lain sebagai bahan untuk perbandingan bagi penulis buku tijaniyah tersebut serta kewajiban sesama muslim untuk saling nasehat menasehati, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al ‘Ashr ayat 3 “وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر” yang artinya “nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. Dan metode ynag di gunakan dalam tanggapanpun InsyaAllah cukup mudah karena saya membahasnya halaman-perhalaman.

Demi Allah yang jiwa saya ada dalam genggaman-Nya, dalam menaggapi buku tentang tijaniyah ini saya tidak mewakili golongan manapun akan tetapi berdasarkan sedikit ilmu yang diketahui. Karena ketahuilah! Bahwa kebenaran bukanlah dipandang dari ucapan seseorang, akan tetapi kebenaran itu dipandang berdasarkan Ilmu yang hakiki serta berdasarkan Al Qur`an dan As Sunnah.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam hanya menegaskan:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ

”Maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunahku dan sunah Khulafa Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Madjah, Ibu Hibban dalam Kitab Sahihnya dan Ahmad. Tirmidzi berkata hadist ini hasan sahih., Syarh Hadist arba’in hadist No. 28)

Mengikuti sunah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan sunnah Khulafa Ar Rasyidinlahlah serta jama’ah para sahabatlah yang akan memperoleh kedamaian serta kebahagian Insya Allah diakhirat kelak.

Ibnu Mas’ud ra berkata:

الْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَإِنْ كُنْتَ وَحْدَك

”Al-Jama’ah adalah apa yang mencocoki kebenaran walaupun engkau sendiri”. [Lih: Kembali kepada Al Quran dan As Sunnah hal 442]

Berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud ra diatas maka saya adalah orang yang sedang berusaha mencocoki kebenaran dengan pemahaman para sahabat Nabi yang baik radhiallahu ‘anhum. Mereka para sahabat nabi adalah orang-orang yang lurus hatinya, mendalam pemahaman agamanya dan sahih ilmunya serta mengenai keta’atan, ketawadhuan, dan kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya tidaklah diragukan lagi.

Imam Malik bin Annas rahimahullah berkata:

“Tidaklah baik persoalan agama digenerasi akhir kecuali kembali kepada kebaikan generasi awal” [Ucapan ini didapatkan Imam Malik dari gurunya yang bernama Wahab bin Kaisaan, diriwayatkan oleh al Jauhari dalam Musnad Al Muwatha hal 138 dari jalan Isma’il bin Abi Uwais dan Ibnu Abdil Barr dal Ta Tamhiid juz 23 no.10 dari jalan Asyhab bin Abdul Aziz yang kedua-duanya berasal dari Imam Malik, dikutip oleh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani dalam Kitab Sittur Durar min ushuul ahlil atsar]

Ketahuilah bahwa permasalahan ibadah ini seharusnya kita bisa melihat bagaimana generasi awal dari umat islam menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Karena golongan atau jama’ah para sahabat inilah yang Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya “Sebaik-baiknya generasi adalah generasiku (para sahabat).

Ibnu Mas’ud ra berkata:

“Barang siapa akan berjalan mencari petunjuk yang benar, maka hendaklah ia mengikuti jalan orang yang telah mati, karena sesungguhnya orang yang hidup itu tidak akan terhindar daripada fitnah, mereka yang telah mati itu ialah para sahabat Muhammad saw, mereka itu adalah semulia-mulia umat, sedalam-dalamnya pengetahuan agama umat ini dalam beragama. Allah telah memilih mereka itu untuk sahabat Nabi-Nya dan untuk menegakkan agama-Nya. Maka hendaklah kamu mengenali keutamaan mereka, dan hendaklah kamu mengikuti jejak-jejak mereka, dan berpegang teguhlah kamu dengan budi pekerti dan perjalanan mereka semampumu, karena sesungguhnya mereka itu adalah berada diatas petunjuk yang lurus. [(Diriwayatkan oleh Abi Nu’aim dalam Al Hilyah dari Ibnu Umar ra Juz 1 no. 305 serta Ibnu Abdil Barr mengeluarkan riwayat yang serupa dalam Kitab Jaami’il Bayaan Juz 1 no. 97)]

Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Dasar dari As Sunnah menurut kami adalah berpegang teguh kepada apa yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah saw serta mengikuti mereka” [(Diriwayatkan oleh Al La’alka’i dalam Syarhu Ushulil I’tiqaad no. 317, Ibnul Jauzi dalam Manaaqib Ahmad hal. 230 dalam penjelasan yang panjang)]

Para sahabat Rasulullah adalah orang-orang yang pertama masuk islam, jika kita mengikuti jejak mereka, insyaAllah, Allah akan ridha kepada kita, seperti firmannya:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Yang demikian itulah kemenangan yang besar.” (at Taubah: 100)

Dalam tanggapan terhadap buku tentang tarekat tijaniyah ini saya mengajak pembaca sekalian untuk berpikir berdasarkan ilmu, bukan logika atau hawa nafsu. Dan juga jangan terpaut dengan pikiran saya, akan tetapi lihatlah darimana saya mengambil dasar dalam pengambilan hukum masalah tarekat tijaniyah ini. Apabila ada yang bertentangan dengan Al Qur`an dan As Sunnah maka jauhkanlah perkataan saya, dan apabila ada yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah maka ambilah sebagai hujjah buat kita sekalian.

Imam Asy Syafii berkata:

قَالَ اْلاِمَامُ الشَّافِعِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : اَجْمَعَ الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى اَنَّ مَنِ اسْتَبَانَ لَهُ سُنَّةَ رَسُوْلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَحِلُّ لَهُ اَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ اَحَدٍ.

“Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang baginya Sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi was sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena untuk mengikuti perkataan seseorang.” [Lih: I’lamu al Muwaqi’iin oleh Ibnul Qayyim al Jauzi II/361]

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

[مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْر مِثْل أُجُور مَنْ اِتَّبَعَهُ مِنْ غَيْر أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورهمْ شَيْئًا].

“Barang siapa menyeru kepada petunjuk maka dia memperoleh pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi pahala mereka sedikitpun. (Hadist ini dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan Surah An Najm: 39 dan juga dalam muqadimah Riyadhu Shalihin karya Imamul Nawawi rahimahullah)

Dan akhir kata :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

“Maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampun kepada-Nya, sesungguhya Dia adalah Maha Penerima Taubat. (An Nash: 3)

Maha Suci Allah, dan segala puji bagi-Nya seru sekalian alam, apabila ada kata-kata yang tidak berkenan, maka saya meminta maaf dan mohon ampun kepada-Nya.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau kami bersalah. (al Baqarah: 286)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Penulis,

Ahamd Dani Permana

Ciputat, 5 Juni 2006/8 Jumadil Akhir 1427H

Discussion

Comments are closed.

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: