//
you're reading...
Artikel

Apabila Allah Menginginkan Kebaikan

Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari)

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (al-Mujaadilah: 11), dan, “Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”(‘Thaahaa: 114)

Para ulama fiqih adalah pelaksana amanat para rasul selama mereka tidak memasuki (bidang) dunia. Mendengar sabda tersebut, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa arti memasuki (bidang) dunia?” Beliau menjawab, “Mengekor kepada penguasa dan kalau mereka melakukan seperti itu maka hati-hatilah terhadap mereka atas keselamatan agamamu. (HR. Ath-Thabrani)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali-Imran :18]

Berkata Al Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya :
“Ayat ini adalah dalil tentang keutaman ilmu dan kemuliaan ulama. Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ulama, sungguh Allah akan menyertakan nama-Nya dan nama malaikat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kemuliaan ilmu.”

“Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [Thaha :114]

Maka seandainya ada sesuatu yang lebih mulia daripada ilmu, sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan akan sesuatu itu, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan ilmu. [Tafsir Al-Qurthubi hal. 1283]

“Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui” [Az-Zumar : 9]

Al Qurtubi rahimahullah berkata : “Menurut Az-Zujaj Radhiyallahu ‘anhu, maksud ayat tersebut yaitu orang yang tahu berbeda dengan orang yang tidak tahu, demikian juga orang taat tidaklah sama dengan orang bermaksiat. Orang yang mengetahui adalah orang yang dapat mengambil manfaat dari ilmu serta mengamalkannya. Dan orang yang tidak mengambil manfaat dari ilmu serta tidak mengamalkannya, maka ia berada dalam barisan orang yang tidak mengetahui” [Tafsir Al-Qurthubi hal. 5684]

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu`min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” [At-Taubah : 122]

Al-Qurtubi rahimahullah berkata. “Ayat ini merupakan pokok tentang wajibnya menuntut ilmu. Karena tidak seharusnya orang mukmin itu pergi ke medan perang semua, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak, sehingga mereka meninggalkan beliau sendiri. Mereka membatalkan keinginan mereka, setelah mengetahui tidak dibolehkannya pergi secara keseluruhan. Beberapa orang dari tiap-tiap golongan, agar tetap tinggal bersama Nabi untuk mempelajari agama. Sehingga apabila orang- orang yang berperang itu telah kembali, mereka bisa mengabarkan dan meyebarkan pengetahuan ilmu mereka. Dalam ayat ini juga terdapat kewajiban untuk memahami Al Kitab dan Sunnah. Dan kewajiban tersebut adalah kewajiban kifayah bukan wajib `ain” [Tafsir Al-Qurtubi hal.3132]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan balasannya di dunia, dan apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka Allah akan menunda balasan dari dosanya, sampai Allah sempurnakan balasannya di hari kiamat.” (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220)

Dalam hadits ini dijelaskan bahwa Allah menginginkan kebaikan dan kejelekan kepada hamba-Nya. Akan tetapi kejelekan yang dimaksudkan di sini bukanlah kepada dzatnya kejelekan tersebut berdasarkan sabda Rasulullah:

“Dan kejelekan tidaklah disandarkan kepada-Mu.” (HR. Muslim no.771 dari ‘Ali bin Abi Thalib)

Maka barangsiapa menginginkan kejelekan kepada dzatnya maka kejelekan itu disandarkan kepadanya. Akan tetapi Allah menginginkan kejelekan karena suatu hikmah sehingga jadilah hal itu sebagai kebaikan ditinjau dari hikmah yang dikandungnya. Sesungguhnya seluruh perkara itu di tangan Allah ‘Azza wa Jalla dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya karena Allah berfirman tentang diri-Nya:

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (Huud:107)

Balasan yang disegerakan didunia adalah tergantung dari keridhoan dia atas kehendak Allah subhana wata’ala, sebagaimana Rasulullah bersabda

“Besarnya pahala tergantung besarnya ujian dan sesungguhnya apabila Allah menyenangi suatu kaum, Dia mengujinya. Barangsiap ridho maka Allahpun ridho, dan barangsiapa yang marah, maka Dia Marah.” (HR. Shahih Ibnu Majah 2/373)

Dalam riwayat yang lain,”Apabila Allah menginginkan kebaikan pada diri seorang hamba, maka Allah datangkan ujian kepada hamba tersebut.” (HR. Bukhari)

Kesimpulan:

  • Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada diri seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama
  • Apabila Allah Allah menyenangi suatu kaum, Maka Dia Allah akan mengujinya

Begitulah hidup harus seimbang antara kebaikan dan ujian.  Semakin banyak ilmu yang diperoleh maka akan semakin banyak ujian yang akan diterimanya. Semuanya itu adalah kehendak Allah sebagaimaa firmannya : “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (Huud:107)

Semoga Allah menghendaki kebaikan kepada diri kita dengan bertambahnya ilmu dan Rasulullah sholallhu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah, rahmatilah khalifah-khalifahku.” Para sahabat lalu bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah khalifah-khalifahmu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang datang sesudahku mengulang-ulang pelajaran hadits-hadits dan sunahku dan mengajarkannya kepada orang-orang sesudahku.” (HR. Ar-Ridha)

Wallahu’alam bishowab.

Discussion

2 thoughts on “Apabila Allah Menginginkan Kebaikan

  1. wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh

    Semoga orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, pengetahuannya menghujam kedalam hati. menghasilkan amalan seperti amalannya orang-orang shaleh yang telah diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan para ulama yang benar-benar ikhlas, peka dan tunduk patuh terhadap perintah-perintah Allah yang tertuju padanya.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjauhkan para ulama dari rasa cinta dunia dan takut mati. Semoga para ulama tidak terkesan dengan kebesaran ilmunya, digantikan dengan kebesaran Allah Azza wa Jalla.

    Semoga kita diberikan taufiq untuk memuliakan para ulama.Dan menjauhi sikap lari dari menuntut ilmu. Semoga kita didekatkan dengan para Ulama.

    Siapa yang sungguh-sungguh belajar kitab, maka akan benar-benar pintar kitab.
    Siapa yang sungguh-sungguh di jalan Allah, Allah akan memberi petunjuk ke jalan-jalan yang diridhoiNya.

    Siapa yang mau berkorban di jalan Allah dengan harta dan dirinya, Allah akan beri kepahaman tentang apa yang dikehendaki Allah. Siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan beri petunjuk diluar ilmunya sendiri.

    Siapa yang lebih yakin kepada apa yang ada pada dirinya dari pada apa-apa yang ada disisi Allah. Maka akan dibuat putus asa. Kita berlindung kepada Allah dari sifat-sifat Iblis laknatullah ‘alayhi.

    Subhanallah wabihamdihi SubhanakaAllahuma Robbana wabihamdika, asyhadualaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilayhi.

    Posted by Nurdan | July 25, 2008, 5:48 pm
  2. Alhamdulillah, semoga ilmu yang didapatkan betul-betul maksimal, teramalkan dan efek kebaikannyabagi masyarakat lebih luas jangkauannya sebagaimana Islam sendiri adalah RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

    Posted by Daeng Muntu | July 26, 2008, 12:32 pm

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: