//
you're reading...
Artikel

Adab Salaf as Shalih kepada Sunnah Rasulullah

Oleh : Ahmad Dani Permana

Adalah sikap para sahabat nabi radhiAllahu ‘anhum sangat keras terhadap seseorang yang mencari-cari pendapat-pendapat orang-orang yang dianggap berilmu sebagai pembanding terhadap hukum-hukum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka sangat keras terhadap hal seperti ini bagaimanpun tingginya martabat dan kedudukan serta kemulian orang-orang yang dianggap berilmu tersebut.

Memang kita diperintah untuk menghormati orang-orang yang berilmu dan mencintai mereka serta mendahului mereka dari generasi ke generasi. Namun sebelumnya kita harus memahami apa yang harus didahulukan sebelum pendapat orang-orang berilmu itu kita ambil fatwanya jika ditemukan dalil yang sahih dari Al Qur’an dan Sunnah yang berkaitan pada suatu perkara, maka mendahulukan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah sesuatu yang diwajibkan sebelum pendapat orang-orang berilmu itu.

Riwayat berikut InsyaAllah bisa menggambarkan dari awal tulisan ini

Diriwayatkan bahwa Ubadah bin Shamit r.a, bersama dan Mu’awiyah menyerbu kota Romawi, lalu aku meyaksikan orang-orang yang sedang berjual beli butiran-butiran emas dengan dinar dan butiran-butiran perak dengan dirham. Ubadah katakan kepada mereka :”Wahai sekalian manusia sesungguhnya kalian makan riba, saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :“Janganlah kalian berjual beli dengan emas, kecuali yang sepadan, tidak ada kelebihan keduanya dan tidak ada penundaan.”

Lalu Mu’awiyah berkata kepadanya : “Wahai Abul Walid [Ubadah], aku tidak melihat adanya riba dalam jual beli ini, kecuali yang mengandung penundaaan”, Ubadah berkata: “Aku mengatakan kepadamu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sementara kamu mengatakan kepadaku dari pendapatmu sendiri.” Sungguh jika Allah mengeluarkanku aku tidak akan tinggal didaerah dimana kamu akan memimpinku. Seusai kembali [dari penyerbuan] menuju ke Madinah, lalu Umar bin  Khattab bertanya kepadanya, : “Apa yang kamu hadapi Abul Walid [Ubadah] lalu ia menceritakan kejadian tersebut diatas dan bagaimana ia aka memilih tempat tinggal. Kemudian menyurati Mu’awiyah, “Kamu tidak berhak memimpinnya, dan perinthakan orang-orang untuk mengikuti apa yang ubadah katakana. Karena apa yang disampaikan adalah yang harus diikuti.[1]

Urwah berkata kepada Ibnu Abbas radhiAllahu’anha : Celaka kamu! Kamu menyesatkan manusia, kamu memerintahkan umrah pada tanggal sepuluh dzulhijah padahal tidak ada umrah pada hari tersebut?” Ibnu Abbas menjawab: “Wahai urwah, tanyalah ibumu? Urwah menjawab, :”Sesungguhnya Abu Baka dan Umar tidak pernah memerintahkan seperti itu padahal mereka berdua lebih mengetahui akan perihal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan lebih ittiba kepada beliau dibanding kamu sendiri.”

Ibnu Abbas menjawab, “apakah kalian mendapati sesuatu? Aku mengemukakan pendapat dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepadamu tapi kamu membawakan pendapat Abu Bakar dan Umar.

Dalam riwayat lainnya Ibnu Abbas berkata, “saya perlihatkan bahwasannya mereka akan binasa, aku berkata, : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda ini dan itu, sedang mereka berkata: “Abu Bakar dan Umar melarangnya.”[2]

Sebenarnya masih banyak lagi riwayat yang menyatakan bagaimana para sahabta berpegang teguh kepada as Sunnah dan siapapun ‘alimnya para sahabat diantara mereka selama ada sada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak selayaknya orang-orang itu mengambil hujahnya dari orang lain.

Hal ini diambil para sahabat bahwa sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam harus didahulukan sebelum perkataan orang lain bagaimanapun shalihnya mereka. Sungguh apa yang terjadi di zaman sekarang ini, dimana syaikh fulan-bin fulan lebih didahulukan dibandingkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan lebih parah bila diikuti fanatik buta.

Ays Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata sehubungan dengan atsar Ibnu Abbas ini: “Keterang Ibnu Abbas ini menunjukan bahwasannya siapa saja yang sampai kepadanya suatu dalil tapi ia tidak menerimanya, karena taqlid kepada imamnya/muftinya maka ia wajib ditolak dengan keras, karena sesungguhnya ia telah menyalahi dalil.

Beliau melanjutkan : “Kemungkaran seperti ini telah mewabah kemana-mana khususnya kepada orang yang berilmu dimana mereka membentangkan tali untuk menghalng-halangi usaha berpegang kepada Kitabullah dan As Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka juga melarang berittiba kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam semata. Sebut saja misalnya ucapan mereka yang berbunyi tidak ada yang boleh beristidlal {berdalil} dengan Kitabullah dan as Sunnah kecuali jika ia seorang mujahid, padahal pintu ijtihad sendiri sudah tertutup. Imam yang saya ikuti ini lebih memahami dan mengetahui hadist serta nasikh dan mansukhnya dibanding anda.”[3]

Dan banyak lagi pernyataan-pernyataan yang menghindarkan manusia dari berittiba kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan berbagai macam alasan agar pendapatnya disandarkan kepada seorang mufti/Imam, padahal ada imam yang lain menolak pendapatnya dengan dalil. 

Fotenote  


[1] Lih : Syaraf  Ashab al Hadist hal 89/B, takhrij Ushul Al Hadits Dr  Muhammad Ajaj Al Khattib hal 76

[2] Diriwayatkan oleh Ishaaq bin Ruwaihi sebagaimana dalam Al mathaalibul ‘aliyah No. 1306, Ibnu Abi Syaibah Juz 4 No.103. Ath Tabrani dari jalan Ibnu Syaibah Juz 24, No 92dan dalam Al Ausath Juz I No. 42. Musnad Imam Ahmad Juz I no. 252, 253 dan 337. Atsar ini disahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Al Mathaalib dan di hasankan oleh AL Haistammi dalam al majma Juz I no.324

[3] Fathul Majiid Syarhu Kitaabil Tauhid hal 338

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: