//
you're reading...
Al Masail Fiqhiyah

Bagaimana Hukum Air Sisa Wanita yang dipakainya untuk bersuci?

Tanya :

Bagaimana Hukum Air Sisa Wanita yang dipakainya untuk bersuci?

Jawab:

Terjadi ikhtilaf diantara ulama ahli hadist dalam masalah ini sebagaimana Riwayat berikut:

عَنْ الْحَكَمِ بْنِ عَمْرٍو الْغِفَارِيِّ { أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ طَهُورِ الْمَرْأَةِ } . رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إلَّا أَنَّ ابْنَ مَاجَهْ وَالنَّسَائِيُّ قَالَا : وَضُوءُ الْمَرْأَةِ . وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ , وَقَالَ ابْنُ مَاجَهْ , وَقَدْ رَوَى بَعْدَهُ حَدِيثًا آخَرَ : الصَّحِيحُ الْأَوَّلُ , يَعْنِي حَدِيثَ الْحَكَمِ

Dari Hakam bin ‘Umar Al Ghifari, bahwasannya Rasulullah Sholallhu ‘alahi wasallam melarang laki-laki berwudhu dengan bekas air yang dipakai bersuci perempuan. (Riwayat Imam yang lima, kecuali Ibnu majah dan An Nasai, Ibnu majah dan Nasai “bekas wudhu perempuan”, Dan Tirmidzi mengatakan Hadits ini hasan dan Ibnu majah berkata sesudah ia meriwayatkna hadis yang lain, yakni hadist Ahkam. [1]

Namun hadist yang memperbolehkan bahwa bolehnya bersuci dengan air bekas sisa wanita yang mandi junub, yaitu hadist berikut:

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : اغْتَسَلَ بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَفْنَةٍ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَتَوَضَّأَ مِنْهَا أَوْ يَغْتَسِلَ , فَقَالَتْ لَهُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إنِّي كُنْت جُنُبًا , فَقَالَ : إنَّ الْمَاءَ لَا يُجْنِبُ } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ وَالتِّرْمِذِيُّ , وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dan Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Sebagian istri Nabi sholallhu ‘alahi wasallam, mandi di dalam benjana besar (wadah) lalu datanglah Nabi Sholallhu ‘alaihi wasallam akan berwudhu atau mandi dari padanya, maka sebagian istrinya berkata kepadanya : Ya Rasulullah sesungguhnya aku junub, maka Nabi bersabda :”Sesungguhnya air itu tidak dapan menjunubkan”. (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Nasai, dan At Tirmidzi, dan berkata At Tirmidzi hadist hasan)[2]

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ بِفَضْلِ مَيْمُونَةَ , رَوَاهُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمٌ

Dan dari Ibnu ‘Abbas : Bahwasannya Nabi Sholallhu ‘alahi wasallam adalah pernah mandi dengan air bekas Maimunah. (Riwayat Ahmad dan Muslim)[3]

Hadist senada juga di riwayatkan oleh Ibnu majah dari Ibnu Abbas dari maimunah.[4]

Ibnu Taimiyyah berkata “Para ulama menjadikan kemudahan bagi laki-laki menggunakan air bekas sisa perempuan yang berhadast , dan hadist-hadist yang berkaitan tentangnya lebih shahih. Tetapi Imam Ahmad dan Ishaq memakruhkannya apabila perempuan itu mandi sendirian, dan mereka membawa hadist maimunah itu, sebenarnya dia tidak mandi sendirian dengan mengkompromikan hadis Hakam dengan haidts maimunah. [5]

Wallahu’alam Bishowab

A Dani Permana

Footnote:


[1] Nailur Authar Hadist No. 9, lih : http://feqh.al-islam.com/Display.asp?Mode=0&MaksamID=3&DocID=92&ParagraphID=13

[2] Nailur Authar hadist No. 12

[3] Nailur Authar Hadist no. 10.

[4] Nailur Authar Hadist No. 11

[5] http://feqh.al-islam.com/Display.asp?Mode=0&MaksamID=3&DocID=92&ParagraphID=13

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: