//
you're reading...
Riyadhus Sholihin

Menyuruh Berbuat Baik Dan Melarang Kemungkaran

23- باب الأمر بالمعروف والنهي عَن المنكر

Menyuruh berbuat baik Dan Melarang Dari Kemungkaran

قال اللَّه تعالى:  { ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير، ويأمرون بالمعروف، وينهون عن المنكر، وأولئك هم المفلحون } .

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Al Imraan : 104)

وقال تعالى:  { كنتم خير أمة أخرجت للناس: تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر } .

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.. (QS Al Imran : 110)

وقال تعالى:  { خذ العفو، وأمر بالعرف، وأعرض عن الجاهلين } .

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (QS Al A’raf : 199)

وقال تعالى:  { والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض: يأمرون بالمعروف، وينهون عن المنكر } .

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar.. (QS At Taubah : 71)

وقال تعالى:  { لعن الذين كفروا من بني إسرائيل على لسان داود وعيسى ابن مريم، ذلك بما عصوا وكانوا يعتدون: كانوا لا يتناهون عن منكر فعلوه؛ لبئس ما كانوا يفعلون } .

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al Maidah : 78-79)

وقال تعالى:  { وقل الحق من ربكم فمن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر } .

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (QS Al kahfi : 29)

وقال تعالى :  { فاصدع بما تؤمر } .

“Maka laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.” (al-Hijr: 94)

وقال تعالى:  { فأنجينا الذين ينهون عن السوء، وأخذنا الذين ظلموا بعذاب بئيس بما كانوا يفسقون } . والآيات في الباب كثيرة معلومة.

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS Al A’raf : 165)

وأما الأحاديث

Adapun Hadits-hadistnya adalah :

184- فالأَوَّلُ : عن أَبي سعيدٍ الخُدْريِّ رضي اللَّه عنه قال : سمِعْتُ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « مَنْ رَأَى مِنْكُم مُنْكراً فَلْيغيِّرْهُ بِيَدهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبقَلبهِ وَذَلَكَ أَضْعَفُ الإِيمانِ » رواه مسلم .

184.  Pertama:  Dari Abu  Said al-Khudri  r.a., ia berkata:  “Saya mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Barangsiapa di antara engkau semua melihat sesuatu kemungkaran, maka hendaklah mengubahnya itu dengan tangannya, jikalau tidak dapat -( dengan atau kekuasaannya), maka dengan lisannya -(dengan jalan menasihati orang yang melakukan kemungkaran tadi )-dan jikalau tidak dapat juga – (dengan lisannya), maka dengan hatinya – (maksudnya hatinya mengingkari serta tidak menyetujui perbuatan itu). Yang sedemikian itu – (yakni dengan hati saja) – adalah selemah-lemahnya keimanan.” (Riwayat Muslim)

185- الثَّاني : عن ابنِ مسْعُودٍ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «مَا مِنَ نَبِيٍّ بعَثَهُ اللَّه في أُمَّةٍ قَبْلِي إِلاَّ كان لَه مِن أُمَّتِهِ حواريُّون وأَصْحَابٌ يَأْخذون بِسُنَّتِهِ ويقْتدُون بأَمْرِه، ثُمَّ إِنَّها تَخْلُفُ مِنْ بعْدِهمْ خُلُوفٌ يقُولُون مَالاَ يفْعلُونَ ، ويفْعَلُون مَالاَ يُؤْمَرون ، فَمَنْ جاهدهُم بِيَدهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، وَمَنْ جاهدهم بقَلْبِهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، ومَنْ جَاهَدهُمْ بِلِسانِهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، وليس وراءَ ذلِك مِن الإِيمانِ حبَّةُ خرْدلٍ » رواه مسلم .

185. Kedua: Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Tiada seorang nabi pun yang diutus oleh Allah sebelumku -Muhammad Sholallahu ‘alahi wasallam, melainkan ia mempunyai beberapa orang hawari – (penolong atau pengikut setia) – dari kalangan ummatnya, juga beberapa sahabat, yang mengambil teladan dengan sunnahnya serta mentaati perintahnya. Selanjutnya sesudah mereka ini akan ada beberapa orang pengganti yang suka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, bahkan juga melakukan apa yang mereka tidak diperintahkan. Maka barangsiapa yang berjuang melawan mereka itu – (yakni para penyeleweng dari ajaran-ajaran nabi yang sebenarnya ini )-dengan tangan – (atau kekuasaannya), maka ia adalah seorang mu’min, barangsiapa yang berjuang melawan mereka dengan lisannya, ia pun seorang mu’min dan barangsiapa yang berjuang melawan mereka dengan hatinya, juga seorang mu’min, tetapi jikalau semua itu tidak -( dengan tangan, lisan dan hati), maka tiada keimanan sama sekali sekalipun hanya sebiji sawi.” (Riwayat Muslim)

186- الثالثُ : عن أَبي الوليدِ عُبَادَةَ بنِ الصَّامِتِ رضي اللَّه عنه قال : « بايعنا رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم على السَّمعِ والطَّاعَةِ في العُسْرِ وَاليُسْرِ والمَنْشَطِ والمَكْرَهِ ، وَعلى أَثَرَةٍ عَليْنَا، وعَلَى أَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْراً بَوَاحاً عِنْدكُمْ مِنَ اللَّه تعالَى فيه بُرهانٌ ، وعلى أن نقول بالحقِّ أينَما كُنَّا لا نخافُ في اللَّه لَوْمةَ لائمٍ » متفقٌ عليه .

186. Ketiga: Dari Abulwalid, yaitu ‘Ubadah bin as-Shamit r.a., ia berkata: “Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam membai’at kami semua untuk tetap mendengar – patuh – serta taat, baik dalam keadaan sukar atau pun mudah, juga dalam keadaan lapang dan tertekan, juga agar kita semua lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Selain itu pula supaya kita semua tidak mencabut sesuatu perkara -jabatan -dari orang yang memegangnya, kecuali jikalau engkau semua melihat orang itu masuk dalam kekafiran yang nyata, yang bagimu ada bukti dari Allah dalam perkara kekafirannya tadi. Dibai’at pula agar kami semua berkata dengan hak – kebenaran – di mana saja kita berada, tidak perlu takut untuk mengatakan hak itu akan celaan dari orang yang suka mencela.” (Muttafaq ‘alaih)

187- الرَّابع : عن النعْمانِ بنِ بَشيرٍ رضي اللَّه عنهما عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « مَثَلُ القَائِمِ في حُدودِ اللَّه ، والْوَاقِعِ فيها كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا على سفينةٍ فصارَ بعضُهم أعلاهَا وبعضُهم أسفلَها وكانَ الذينَ في أسفلها إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الماءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا : لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا في نَصَيبِنا خَرْقاً وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أَرادُوا هَلكُوا جَمِيعاً ، وإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِم نَجوْا ونجوْا جَمِيعاً » . رواهُ البخاري .

187. Keempat: Dari Annu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma dari Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Perumpamaan orang yang berdiri tegak – untuk menentang orang-orang yang melanggar – pada had-had Allah – yakni apa-apa yang dilarang olehNya – dan orang yang menjerumuskan diri di dalam had-had Allah – yakni senantiasa melanggar larangan-laranganNya – adalah sebagai perumpamaan sesuatu kaum yang bersekutu – yakni bersama-sama – ada dalam sebuah kapal, maka yang sebagian dari mereka itu ada di bahagian atas kapal, sedang sebagian lainnya ada di bagian bawah kapal. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal itu apabila hendak mengambil air, tentu saja melalui orang-orang yang ada di atasnya – maksudnya naik ke atas dan oleh sebab hal itu dianggap sukar, maka mereka berkata: “Bagaimanakah andaikata kita membuat lubang saja di bahagian bawah kita ini, suatu lubang itu tentunya tidak mengganggu orang yang ada di atas kita.” Maka jika sekiranya orang yang bagian atas itu membiarkan saja orang yang bahagian bawah menurut kehendaknya, tentulah seluruh isi kapal akan binasa. Tetapi jikalau orang bagian atas itu mengambil tangan orang yang bagian bawah – melarang mereka dengan kekerasan – tentulah mereka selamat dan selamat pulalah seluruh penumpang kapal itu.” (Riwayat Bukhari)

188- الخامِسُ : عَنْ أُمِّ المُؤْمِنِينَ أُمِّ سَلَمَة هِنْدٍ بنتِ أَبِي أُمَيَّةَ حُذيْفَةَ رضي اللَّه عنها ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أنه قال : « إِنَّهُ يُسْتَعْملُ عَليْكُمْ أُمَراءُ فَتَعْرِفُونَ وتنُكِرُونَ فَمِنْ كَرِه فقَدْ بَرِىءَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ ، وَلَكِنْ منْ رَضِيَ وَتَابَعَ » قالوا : يا رَسُولَ اللَّه أَلاَ نُقَاتِلُهُمْ ؟ قَالَ : «لاَ، مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلاَةَ » رواه مسلم .

مَعْنَاهُ : مَنْ كَرِهَ بِقَلْبِهِ ولَمْ يَسْتطِعْ إنْكَاراً بِيَدٍ وَلا لِسَانٍ فَقَدْ بَرِئَ مِنَ الإِثمِ وَأَدَّى وَظِيفَتَهُ ، ومَنْ أَنْكَرَ بَحَسَبِ طَاقَتِهِ فَقَدْ سَلِمَ مِنْ هَذِهِ المعصيةِ ، وَمَنْ رَضِيَ بِفِعْلِهمْ وتابعهم ، فَهُوَ العَاصي .

188. Kelima: Dari Ummui mu’minin yaitu Ummu Salamah yakni Hindun binti Abu Umayyah yakni Hudzaifah radhiallahu ‘anha, dari Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam, bahwasanya beliau Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Bahwasanya saja nanti itu akan digunakanlah beberapa pemimpin negara – amir-amir, maka engkau semua akan menyetujui mereka, karena tingkah laku mereka itu sebagian ada yang sesuai dengan syariat agama, tetapi engkau semua pun akan mengingkari mereka-sebab ada pula kelakuan-kelakuan mereka yang melanggar syariat agama. Maka barangsiapa yang benci – dengan hatinya, ia terlepaslah dari dosa, juga barangsiapa yang mengingkari, ia pun selamat – dari siksa akhirat. Tetapi barangsiapa yang ridha serta mengikuti -pemimpin-pemimpin di atas, itulah yang bermaksiat.”

Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apakah tidak perlu kita memerangi mereka itu?” Beliau Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat bersamamu semua.” (Riwayat Muslim)

Maknanya ialah bahawa barangsiapa yang membenci kepada pemimpin-pemimpin yang suka melanggar syariat agama itu dengan hatinya, kerana tidak kuasa mengingkari mereka dengan tangan atau lisannya, maka ia telah terlepas dari dosa dan ia telah pula menunaikan tugasnya. Juga barangsiapa yang mengingkari dengan sekadar kekuatannya, ia pun selamat dari kemaksiatan ini. Tetapi barangsiapa yang redha dengan kelakuan-kelakuan mereka serta mengikuti jejak mereka, maka itulah orang yang bermaksiat.

189- السَّادسُ : عن أُمِّ الْمُؤْمِنين أُمِّ الْحكَم زَيْنبَ بِنْتِ جحْشٍ رضي اللَّه عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم دَخَلَ عَلَيْهَا فَزعاً يقُولُ : « لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه ، ويْلٌ لِلْعربِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتربَ ، فُتحَ الْيَوْمَ مِن ردْمِ يَأْجُوجَ وَمأْجوجَ مِثْلُ هذِهِ » وَحَلَّقَ بأُصْبُعه الإِبْهَامِ والَّتِي تَلِيهَا . فَقُلْتُ: يَا رسول اللَّه أَنَهْلِكُ وفِينَا الصَّالحُونَ ؟ قال : « نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ » متفقٌ عليه .

189. Keenam: Dari Ummul mu’minin yakni Ummulhakam, yaitu Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam masuk dalam rumahnya dengan rasa ketakutan. Beliau Sholallahu ‘alahi wasallam mengucapkan: “La ilaha illallah, celaka bagi bangsa Arab, kerana adanya keburukan yang telah dekat. Hari itu telah terbuka tabir Ya’juj dan Ma’juj, seperti ini,” dan beliau Sholallahu ‘alahi wasallam mengolongkan kedua jarinya sebagai bulatan, yakni ibu jari dan jari sebelahnya – jari telunjuk. Saya – Zainab – lalu berkata: “Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa, sedangkan di kalangan kita masih ada orang-orang yang shalih?” Beliau Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Ya jikalau keburukan itu telah banyak.” (Muttafaq ‘alaih)

190- السَّابعُ : عنْ أَبِي سَعيد الْخُدْرِيِّ رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِيَّاكُم وَالْجُلُوسَ في الطرُقاتِ » فقَالُوا : يَا رسَولَ اللَّه مَالَنَا مِنْ مَجالِسنَا بُدٌّ ، نَتحدَّثُ فِيهَا ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجْلِس فَأَعْطُوا الطَّريقَ حَقَّهُ» قالوا: ومَا حَقُّ الطَّرِيقِ يا رسولَ اللَّه ؟ قال : « غَضُّ الْبَصَر ، وكَفُّ الأَذَى، ورَدُّ السَّلامِ ، وَالأَمْرُ بالْمعْروفِ ، والنَّهْيُ عنِ الْمُنْكَرَ » متفقٌ عليه .

190. Ketujuh: Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam sabdanya: “Hindarilah olehmu semua duduk-duduk di jalan-jalanan.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, kita tidak dapat meninggalkan duduk-duduk kita, sebab kita semua bercakap-cakap di situ.” Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam lalu bersabda; “Jikalau engkau semua enggan, melainkan tetap ingin duduk-duduk di situ, maka berikanlah jalan itu haknya.” Mereka bertanya: “Apakah haknya jalan itu,ya Rasulullah?” Beliau Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Yaitu memejamkan mata, menahan diri membuat sesuatu yang berbahaya, menjawab salam, memerintah dengan kebaikan dan melarang dari kemungkaran.” (Muttafaq ‘alaih)

191- الثَّامنُْ : عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رأى خَاتماً مِنْ ذَهَبٍ في يَد رَجُلٍ ، فَنَزعَهُ فطَرحَهُ وقَال : « يَعْمَدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيجْعلهَا في يَدِهِ ، » فَقِيل لِلرَّجُل بَعْدَ مَا ذَهَبَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : خُذْ خَاتمَكَ ، انتَفعْ بِهِ . قَالَ : لا واللَّه لا آخُذُهُ أَبَداً وقَدْ طَرحهُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . رواه مسلم .

191. Kelapan: Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam melihat sebentuk cincin pada jari seseorang, kemudian beliau melepaskannya lalu meletakkannya dan bersabda: “Seseorang dari engkau semua sengaja menuju kepada bara api dari neraka, maka ia menjadikannya dalam tangannya.” Kemudian setelah Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam pergi, kepada orang yang memiliki cincin itu dikatakan: “Ambillah cincinmu. Manfaatkanlah ia – untuk keperluan lain.” Orang itu menjawab: “Tidak, demi Allah, saya tidak akan mengambil cincin ini selama-lamanya. Bukankah ia telah diletakkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam” (Riwayat Muslim)

192- التَّاسِعُ : عَنْ أَبِي سعيدٍ الْحسنِ البصْرِي أَنَّ عَائِذَ بن عمْروٍ رضي اللَّه عنه دخَلَ عَلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بن زيَادٍ فَقَالَ : أَيْ بن زيَادٍ فَقَالَ : أَيْ بنيَّ ، إِنِّي سمِعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقولُ : « إِنَّ شَرَّ الرِّعاءِ الْحُطَمَةُ » فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ . فَقَالَ لَهُ : اجْلِسْ فَإِنَّمَا أَنت مِنْ نُخَالَةِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : وهَلْ كَانَتْ لَهُمْ نُخَالَةٌ إِنَّمَا كَانَتِ النُّخالَةُ بَعْدَهُمْ وَفي غَيرِهِمْ ، رواه مسلم .

192. Kesembilan: Dari Abu Said al-Hasan al-Bashri bahwasanya ‘Aidz bin ‘Amr r.a- masuk ke tempat ‘Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: “Hai anakku, saya pernah mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seburuk-buruk penggembala ialah orang yang tidak belas kasihan – pada gembalanya,” maka janganlah engkau termasuk golongan penggembala yang semacam itu.” ‘Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: “Duduklah, kerana hanyasanya engkau itu adalah termasuk antah dari golongan sahabat-sahabat Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam – maksudnya bukan termasuk sahabat pilihan atau yang utama, ‘Aidz bin ‘Amr menjawab: “Apakah di kalangan sahabat-sahabat ada yang termasuk golongan antah? Yang termasuk antah ialah orang-orang yang datang sesudah sahabat-sahabat beliau Sholallahu ‘alahi wasallam itu atau yang memang bukan sahabat.” (Riwayat Muslim)

193- الْعاشرُ : عَنْ حذيفةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بالْمعرُوفِ ، ولَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّه أَنْ يَبْعثَ عَلَيْكمْ عِقَاباً مِنْهُ ، ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجابُ لَكُمْ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .

193. Kesepuluh: Dari Hudzaifah r.a. dari Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam sabdanya: “Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya engkau semua memerintahkan dengan kebaikan dan melarang dari kemungkaran atau kalau tidak, maka hampir-hampir saja Allah akan menurunkan siksa kepadamu semua, kemudian engkau semua berdoa kepadaNya, tetapi tidak akan dikabulkan untukmu semua doa itu.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

194- الْحَادي عشَرَ : عنْ أَبِي سَعيد الْخُدريِّ رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: «أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عندَ سلْطَانٍ جائِرٍ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال: حديثٌ حسنٌ .

194. Kesebelas: Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam sabdanya: “Seutama-utamanya jihad ialah mengucapkan kalimat menuntut keadilan di hadapan seorang sultan – pemegang kekuasaan negara yang menyeleweng.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

195- الثَّاني عَشَر : عنْ أَبِي عبدِ اللَّه طارِقِ بنِ شِهابٍ الْبُجَلِيِّ الأَحْمَسِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ رجلاً سأَلَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وقَدْ وَضعَ رِجْلَهُ في الغَرْزِ : أَيُّ الْجِهادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : «كَلِمَةُ حقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جائِر » رَوَاهُ النسائيُّ بإسنادٍ صحيحٍ .

195.  Keduabelas: Dari Abu Abdillah, yaitu Thariq bin Syihab al-Bajali al-Ahmasi r.a. bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi Sholallahu ‘alahi wasallam dan ia telah meletakkan kakinya pada sanggur di – tempat berpijak pada kenderaan unta atau lain-lain yang terbuat dari kulit atau kayu, ia berkata: “Manakah jihad itu yang lebih utama?” Beliau Sholallahu ‘alahi wasallam menjawab: “Yaitu mengucapkan kata-kata yang hak di hadapan sultan {penguasa) yang menyeleweng.” Diriwayatkan oleh Nasa’i dengan isnad shahih.

196- الثَّالِثَ عشَرَ : عن ابن مَسْعُودٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنَّ أَوَّلَ مَا دخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِي إِسْرائيلَ أَنَّه كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ فَيَقُولُ : يَا هَذَا اتَّق اللَّه وَدعْ مَا تَصْنَعُ فَإِنَّهُ لا يَحِلُّ لك ، ثُم يَلْقَاهُ مِن الْغَدِ وَهُو عَلَى حالِهِ ، فلا يمْنَعُه ذلِك أَنْ يكُونَ أَكِيلَهُ وشَرِيبَهُ وَقعِيدَهُ ، فَلَمَّا فَعَلُوا ذَلِكَ ضَرَبَ اللَّه قُلُوبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ » ثُمَّ قال :  { لُعِنَ الَّذِينَ كَفَروا مِنْ بنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ داوُدَ وعِيسَى ابنِ مَرْيمِ ذلِك بما عَصَوْا وكَانوا يعْتَدُونَ ، كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ ما كانُوا يَفْعلُون صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم تَرى كثِيراً مِنْهُمُ يَتَوَلَّوْنَ الَّذينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ }

إلى قوله :  { فَاسِقُونَ }  [ المائدة : 78، 81 }  ثُمَّ قَالَ : « كَلاَّ ، وَاللَّه لَتَأْمُرُنَّ بالْمعْرُوفِ ، وَلَتَنْهوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، ولَتَأْخُذُنَّ عَلَى يَدِ الظَّالِمِ ، ولَتَأْطِرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ أَطْراً ، ولَتقْصُرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ قَصْراً ، أَوْ لَيَضْرِبَنَّ اللَّه بقُلُوبِ بَعْضِكُمْ عَلَى بَعْضٍ ، ثُمَّ لَيَلْعَنكُمْ كَمَا لَعَنَهُمْ » رواه أبو داود، والترمذي وقال : حديث حسن .

196. Ketigabelas: Dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata: “Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya pertama kali cela yang mengenai kaum Bani Isratl ialah bahwasanya ada seorang lelaki yang bertemu dengan lelaki lainnya, kemudian orang tadi berkata kepada kawannya: “Bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang engkau kerjakan, sebab hal itu tidak halal untukmu.” Kemudian orang itu menemui kawannya pada esok harinya, sedang kawannya itu masih mengerjakan sebagaimana keadaannya kelmarin, tetapi perbuatannya yang sedemikian itu tidak menyebabkan ia enggan untuk tetap menjadi kawannya makan, minum dan duduk bersama. Ketika kaum Bani Israil sudah sama melakukan yang seperti tadi, Allah lalu memukulkan – membencikan – hati setengah mereka kepada setengahnya, kemudian beliau mengucapkan ayat – yang artinya: “Orang-orang kafir dari kaum Bani Israil itu dilaknat atas lisannya Dawud dan Isa anak Maryam. Yang sedemikian itu disebabkan mereka durhaka dan melanggar peraturan (78). Mereka tidak saling larang-melarang pada kemungkaran yang mereka kerjakan, alangkah buruknya apa yang mereka lakukan itu (79). Engkau melihat kebanyakan mereka itu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin, sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kirimkan lebih dulu untuk diri mereka [16], sehingga firmanNya: “Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (al-Maidah: 78-81)

Selanjutnya beliau Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda:”Jangan demikian, demi Allah, sesungguhnya engkau semua itu wajib memerintahkan kebaikan, melarang dari kemungkaran, mengambil tangan orang yang zalim – yakni menghentikan kezalimannya – serta mengembalikannya atas kebenaran yang sesungguhnya, juga membasmi tindakannya kepada yang hak saja dengan pembatasan yang sesungguh-sungguhnya. Atau jikalau semua itu tidak dilakukan, maka sesungguhnya Allah akan memukulkan – membencikan – hati setengahmu terhadap setengahnya kemudian melaknati – mengutuk – engkau semua sebagaimana Dia mengutuk mereka – Bani Israil.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan).

197- الرَّابعَ عَشَر : عن أَبي بَكْرٍ الصِّدِّيق ، رضي اللَّه عنه . قال : يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تقرءونَ هَذِهِ الآيةَ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا علَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لا يَضُرُّكُمْ منْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ }  [المائدة : 105 ] وإِني سَمِعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّه بِعِقَابٍ مِنْهُ » رواه أبو داود ، والترمذي والنسائي بأسانيد صحيحة .

198. Keempatbelas: Dari Abu Bakar as-Shiddiq r.a. ia berkata: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya engkau semua tentu membaca ayat ini – yang artinya: “Wahai orang-orang berimana, jagalah dirimu sendiri, tidaklah akan membuat bahaya kepadamu semua orang yang sesat itu, jikalau engkau telah memperolehi petunjuk.” (al-Maidah: 105), tetapi sesungguhnya saya juga mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya para manusia itu apabila melihat orang yang zalim, lalu tidak mengambil atas kedua tangannya – tidak menghentikan perbuatannya , maka hampir saja Allah akan meratakan terhadap seluruh manusia tadi dengan menurunkan siksaNya.”
(Diriwayatkan oleh Imam-Imam Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i dengan sanad yang shahih.)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Boookmark Me

Bookmark and Share

Googlebot

SEO Monitor

Powered by  MyPagerank.Net

Readers

%d bloggers like this: